Penyebab Pembacokan di SPBU Sampang, Ternyata Cuma Masalah Barcode

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Penyebab Pembacokan di SPBU Sampang, Ternyata Cuma Masalah Barcode

Insiden Pembacokan Petugas SPBU di Sampang Diduga Akibat Perkara Sepele

Pada dini hari Senin (20/10/2025), terjadi insiden pembacokan terhadap seorang petugas SPBU di Jalan Raya Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura. Korban yang bernama Hairuddin (29) mengalami luka-luka setelah diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Menurut informasi yang didapatkan, penyebab kejadian ini bermula dari masalah sepele, yaitu tidak dapatnya sistem memindai barcode kendaraan milik pelaku. Saat itu, seorang pria mengemudikan mobil dan ingin mengisi bahan bakar. Namun, sistem SPBU tidak mampu membaca barcode kendaraannya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Orangnya langsung marah-marah. Katanya, ‘kok barcode saya gak bisa, padahal sering dipakai.’ Dari situ dia mulai emosi," ujar Pardi (20), seorang saksi mata dan sesama petugas SPBU setempat.

Amarah pria tersebut semakin memuncak. Ia langsung mengeluarkan pisau dan menantang korban untuk berkelahi. Pria yang diduga berinisial M ini teriak menyuruh korban untuk "carok". Korban mencoba menegur karena melihat pelaku seperti orang mabuk, tetapi justru membuat pelaku semakin marah.

Tidak lama kemudian, pelaku menelepon rekannya. Dalam waktu kurang dari lima menit, dua orang lainnya datang dari arah utara membawa celurit. Saat itu, Pardi langsung lari untuk memberi tahu pemilik SPBU, Abah Saudi.

Saat situasi semakin panas, Abah Saudi datang dan mencoba melerai. Namun, salah satu pelaku langsung menyerang korban dengan celurit hingga korban mengalami luka-luka. "Abah sempat pasang badan di depan korban. Kalau gak ada Abah, mungkin korban bisa meninggal di tempat," ujarnya.

Korban yang masih sempat meminta air langsung dilarikan ke Puskesmas Camplong, lalu dirujuk ke RSUD Sampang. Sampai saat ini, korban belum sadarkan diri dan masih dirawat intensif di ruang ICU setelah menjalani operasi.

Penyidikan Kasus Pembacokan

Plt Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan bahwa korban diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit, yang mengenai beberapa bagian tubuhnya. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala, lengan kanan dan kiri, serta punggung tangan kanan.

Menurutnya, kasus ini sedang dalam proses penyidikan. Dugaan sementara, korban dianiaya menggunakan senjata tajam oleh pelaku berinisial M bersama rekan-rekannya.

Dari lokasi kejadian, polisi menyita dua barang bukti berupa kaus berwarna biru kombinasi merah dan celana jeans biru, keduanya berlumuran darah. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mendalami motif di balik penganiayaan tersebut.

Tembakan Senjata Api dalam Insiden

Insiden pembacokan ini juga diwarnai letusan senjata api yang diduga digunakan oleh salah satu pelaku. Saksi mata yang juga merupakan petugas SPBU, Pardi, mengatakan bahwa di tengah aksi penganiayaan, salah satu dari tiga pelaku sempat menembakkan senjata api sebanyak dua kali ke arah kaki korban.

Beruntung, kedua tembakan tersebut tidak mengenai sasaran. Menurut Pardi, tembakan itu terjadi setelah celurit milik pelaku berhasil direbut oleh korban. Diduga, pelaku melepaskan tembakan untuk merebut kembali senjata tajamnya.

"Pagi harinya ditemukan dua selongsong peluru di lokasi kejadian. Salah satunya ditemukan oleh anak pemilik SPBU," ujar Pardi, Senin (20/10/2025).

Ia menambahkan, seluruh barang bukti berupa selongsong peluru telah dibawa oleh pihak kepolisian untuk keperluan penyelidikan.

AKP Eko Puji Waluyo membenarkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan penggunaan senjata api oleh pelaku. "Satreskrim Polres Sampang bersama Polsek Camplong terus mendalami kebenaran terkait informasi adanya tembakan dalam insiden tersebut," pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan