Penyebab Penurunan Harga Saham UNTD, Produsen Sepeda United Bike

admin.aiotrade 05 Okt 2025 3 menit 19x dilihat
Penyebab Penurunan Harga Saham UNTD, Produsen Sepeda United Bike

Pergerakan Saham UNTD di Bursa Efek Indonesia

Pergerakan saham PT Terang Dunia Internusa Tbk. (UNTD) di Bursa Efek Indonesia tercatat mengalami penurunan sebesar 9,89% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (3/10/2025), saham produsen sepeda dan motor listrik United Bike ini dibuka pada level harga Rp83 per lembar dan ditutup pada level Rp82 per lembar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meskipun mengalami penurunan, dalam enam bulan terakhir, harga saham UNTD tercatat naik sebesar 15,49%, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp546,67 miliar. Dalam laporan hasil pelaksanaan public expose tahunan kepada BEI yang ditandatangani oleh Direktur Utama UNTD Stephen Mulyadi, manajemen menyebutkan bahwa penurunan harga saham saat ini disebabkan oleh kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Menurut Stephen, faktor eksternal seperti situasi ekonomi global dan sentimen investor juga turut memengaruhi pergerakan harga saham UNTD. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan terus memantau perkembangan pasar dan berupaya meningkatkan kinerja perusahaan agar harga saham dapat kembali positif ke depannya.

Sejarah Perdagangan Saham UNTD

Sebagai gambaran, saham UNTD mencatatkan kenaikan sebesar 0,83% pada debut perdagangan Rabu (7/2/2024) atau naik 2 poin ke level Rp242 per saham dari harga saham perdana alias IPO di level Rp240 per saham. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup signifikan bagi perusahaan.

UNTD memproduksi berbagai jenis sepeda, termasuk sepeda listrik, e-Moped, dan motor listrik. Tipe sepeda dan sepeda listrik yang dimiliki oleh TDI sangat beragam, mulai dari folding bike, mountain bike, road bike, hingga lainnya. Sementara itu, untuk sepeda motor listrik, UNTD telah memiliki empat tipe e-Motor yaitu MX-1200, T-1800, TX-1800, dan TX-3000, dengan spesifikasi tertinggi adalah TX-3000.

Kontribusi Penjualan dan Ekspansi Pasar

Stephen menjelaskan bahwa saat ini penjualan motor berkontribusi sebesar 40%, sedangkan penjualan sepeda berkontribusi sebesar 60% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa sepeda masih menjadi produk utama yang diminati oleh konsumen.

Sebelumnya, Direktur UNTD Andrew Mulyadi mengungkapkan bahwa perusahaan membidik ekspor motor listrik ke wilayah Asia Tenggara atau Asean setelah resmi melantai di BEI, Rabu (7/2/2024). Dia menjelaskan bahwa untuk sepeda, perseroan sudah sejak lama mengekspor ke wilayah Eropa, Amerika, hingga Asia. Sementara itu, untuk motor listrik UNTD baru melakukan ekspor ke Malaysia.

“Kami ada kerja sama dengan distributor di Malaysia, dan juga ada assembling bersama di sana. Sejauh ini ekspor baru 1.000 unit, tapi target tahun ini 2.000—3.000 unit di Malaysia,” ujar Andrew saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (7/2/2024).

Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Jangka Panjang

Strategi ekspansi pasar yang dilakukan oleh UNTD menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berkembang dan memperluas pangsa pasar. Dengan adanya kerja sama dengan distributor di Malaysia dan kemungkinan penggunaan teknologi assembling, UNTD berharap dapat meningkatkan volume ekspor motor listrik secara signifikan.

Selain itu, UNTD juga terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk barunya agar dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin dinamis. Dengan berbagai strategi yang diterapkan, diharapkan UNTD dapat tetap menjadi salah satu pemain utama di industri sepeda dan motor listrik di Indonesia serta pasar internasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan