
Kecelakaan Tambang di Bangka Barat, Seorang Pekerja Tewas
Seorang pekerja tambang timah selam bernama Adil (23) ditemukan tewas di laut Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (8/11/2025). Korban berasal dari Desa Air Nyatoh, Kecamatan Simpang Teritip. Diduga, ia tertimbun material longsor saat menyedot pasir timah menggunakan selang di kedalaman sekitar enam meter.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, membenarkan adanya kecelakaan tambang tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat korban bekerja bersama dua rekannya, Salman (23) dan Lepan (19), di ponton isap produksi.
Korban Tak Merespons Saat Menyelam
Yos menjelaskan bahwa korban bersama dua rekan kerjanya berangkat sejak pagi untuk menambang di perairan Tempilang. Saat penyelaman berlangsung, korban tiba-tiba tidak memberikan respons setelah selang udara yang digunakan tertarik ke dasar laut.
“Rekan-rekan korban kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” ujarnya.
Menurut dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tertimbun tanah saat beraktivitas di dasar laut. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Polisi Lakukan Pemeriksaan
Yos menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
“Tim Sat Polairud telah memeriksa saksi-saksi, dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Tempilang untuk melakukan visum terhadap korban,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga akan mengambil titik koordinat lokasi kejadian serta mengevakuasi ponton selam sebagai barang bukti untuk diamankan di Mako Sat Polairud.
Lokasi Dekat Jalur Nelayan Lokal
Lokasi kejadian, kata Yos, berada tidak jauh dari pesisir Pantai Pasir Kuning yang juga merupakan jalur perahu nelayan setempat. Dengan posisi yang dekat dengan jalur nelayan, kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat sekitar dan instansi terkait.
Beberapa langkah telah dilakukan oleh pihak berwajib untuk memastikan keselamatan para pekerja tambang di wilayah tersebut. Selain itu, peningkatan pengawasan dan pemantauan di lokasi tambang juga diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Upaya Peningkatan Keselamatan Kerja
Dalam rangka mencegah kecelakaan serupa, pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pekerja tambang tentang risiko yang ada. Pelatihan keselamatan kerja dan pemeriksaan alat kerja secara berkala bisa menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan para pekerja.
Selain itu, perlu adanya koordinasi antara pihak perusahaan tambang, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.
Langkah Penanganan dan Pengamanan
Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian akan terus melakukan investigasi untuk memperoleh informasi lengkap mengenai kejadian yang menimpa korban. Proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti-bukti akan terus dilakukan agar dapat diketahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Hal ini meliputi penguatan pengawasan, pelatihan keselamatan kerja, dan sosialisasi kepada para pekerja tambang.
Kesimpulan
Kecelakaan yang menimpa Adil adalah peringatan penting bagi seluruh pihak terkait untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja di lokasi tambang. Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kerja, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi.