Perak Rekor Tertinggi, Emas Naik Mingguan, Ini Penyebabnya

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Perak Rekor Tertinggi, Emas Naik Mingguan, Ini Penyebabnya

Harga Perak Mencatat Rekor Tertinggi, Emas Juga Naik

Harga perak mencatat rekor tertinggi pada Jumat (19/12/2025), didorong oleh permintaan investasi yang kuat dan keterbatasan pasokan. Sementara itu, harga emas juga mengalami kenaikan mingguan, didukung oleh meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Harga perak spot ditutup naik sebesar 2,6% menjadi US$ 67,14 per ons. Kenaikan ini menutup pekan ini dengan kenaikan 8,4%, setelah sempat mencapai rekor tertinggi US$ 67,45 dalam sesi tersebut. Sementara itu, harga emas spot naik 0,14% menjadi US$ 4.338,88 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,5% pada US$ 4.387,3 per ons dan mencatatkan kenaikan 1,36% dalam sepekan.

Michael Matousek, kepala trader di U.S. Global Investors, menyampaikan bahwa "Emas dan perak biasanya sangat berkorelasi dan biasanya emas memimpin, tetapi dua bulan terakhir perak memimpin. Jadi, ketika ada perbedaan seperti ini, investor biasanya akan mulai fokus pada emas dan melakukan penyesuaian jangka pendek."

Perak telah melonjak sebesar 132% tahun ini, jauh melampaui kenaikan emas sebesar 65%. Hal ini didorong oleh permintaan investasi yang kuat dan keterbatasan pasokan. Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, mengatakan bahwa "Aliran dana ETF di perak terus mendominasi tema ini, ditambah beberapa spekulasi dari investor ritel."

Data makro AS semakin memicu optimisme terhadap pemotongan suku bunga. Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 2,7% secara tahunan pada November, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 3,1%. Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan awal pekan ini bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada November, tertinggi sejak September 2021.

“Kami melihat data inflasi yang lebih rendah dan laporan ketenagakerjaan yang melemah. Ini memperkuat keyakinan Federal Reserve harus melanjutkan kebijakan pelonggaran. Faktor kedua adalah ketidakpastian terkait kebijakan bank sentral,” tambah Streible.

Para pedagang terus bertaruh bahwa Federal Reserve akan melakukan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun depan, menurut data LSEG.

Logam Lain Juga Mengalami Kenaikan

Logam lainnya juga mencatat kenaikan. Platina naik 3,1% menjadi US$ 1.975,51 per ons setelah menyentuh level tertinggi lebih dari 17 tahun pada Kamis (18/12). Palladium naik 0,8% menjadi US$ 1.709,75 per ons setelah sebelumnya mencatat level tertinggi hampir tiga tahun. Kedua logam ini juga mencatat kenaikan mingguan.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Logam

Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan harga logam antara lain:

  • Permintaan investasi yang kuat – Investor terus mencari alternatif investasi yang aman, terutama dalam situasi ketidakpastian ekonomi.
  • Keterbatasan pasokan – Ketersediaan logam seperti perak dan emas terbatas, sehingga memengaruhi harga pasar.
  • Ekspektasi pemotongan suku bunga – Prediksi bahwa Federal Reserve akan mengurangi suku bunga memicu minat investor untuk membeli logam sebagai aset pelindung.
  • Data makro AS yang positif – Data inflasi dan tenaga kerja yang lebih rendah dari ekspektasi memberi harapan bahwa kebijakan moneter akan lebih longgar.

Dengan kondisi pasar yang terus berkembang, harga logam seperti perak dan emas diharapkan tetap stabil atau bahkan meningkat dalam waktu dekat. Para investor dan analis terus memantau perkembangan ekonomi global serta kebijakan bank sentral untuk menentukan strategi investasi yang tepat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan