
Peran Penting Pertamina dalam Mendukung Swasembada Energi Nasional
Grup Pertamina memiliki peran penting dalam mendukung program Asta Cita dengan menekankan target swasembada energi nasional sebagaimana yang diharapkan pemerintah. Salah satu subholding dari Pertamina, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), berkomitmen untuk menyediakan layanan gas bumi yang andal bagi seluruh sektor masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pasokan gas bumi dari sumber daya dalam negeri dan menyalurkannya untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat Indonesia. “PGN juga aktif menjalin sinergi dengan pemerintah guna memastikan keberlanjutan layanan gas bumi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Layanan Jargas untuk Rumah Tangga
Salah satu kontribusi utama PGN adalah penyediaan jaringan gas untuk rumah tangga (jargas). Saat ini, PGN telah melayani lebih dari 814.000 rumah tangga di berbagai wilayah di Indonesia. Jargas memberikan manfaat langsung berupa energi yang praktis, aman, tersedia 24/7, serta ramah lingkungan. Selain itu, layanan ini juga mendukung program pengurangan subsidi energi yang sedang dicanangkan pemerintah.
“PGN siap bekerja sama dalam mengembangkan jargas secara masif,” tambah Arief.
Pengembangan Layanan Beyond Pipeline
Selain jargas, PGN juga memperluas layanan melalui skema beyond pipeline seperti CNG (Compressed Natural Gas) dan LNG (Liquefied Natural Gas). Di beberapa lokasi, PGN sedang membangun ekosistem CNG di Bandung, Batam, dan Medan, sehingga masyarakat dapat mengakses energi yang lebih berkelanjutan untuk sektor ritel dan transportasi.
Tahun ini, PGN membangun Mother Station CNG pertama di Medan dengan kapasitas 1 MMSCFD untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di Sumatera Utara. Selain itu, PGN juga membangun LNG Hub berkapasitas 15.000 MMBTU di Bandung, yang akan memudahkan masyarakat dalam mengakses gas bumi beyond pipeline.
Pemanfaatan LNG pun terus ditingkatkan melalui FSRU Lampung dan FSRU Jawa Barat. Selain itu, revitalisasi tangki LNG Arun yang dijadwalkan beroperasi akhir 2025 akan semakin memperkuat pasokan gas bumi. Beberapa waktu lalu, PGN menerima kargo LNG ke-30 pada 2025 dengan volume LNG sebesar 130 ribu m³ untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di Jawa Barat.
Kontribusi Subholding Upstream Pertamina
Di sektor hulu migas, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina juga berkomitmen mendukung Program Asta Cita dengan menekankan target swasembada energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kontribusi PHE sebagai perusahaan hulu migas andalan nasional yang memprioritaskan ketahanan energi, ketersediaan, dan keberlanjutan.
Sebagai pengelola 24% blok minyak dan gas di Indonesia, PHE berkontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional. Hingga Agustus 2025, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari produksi minyak 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
Strategi dan Inovasi untuk Produksi Migas yang Berkelanjutan
Subholding Upstream Pertamina tidak hanya menjaga stabilitas produksi migas nasional, tetapi juga melakukan ekspansi, inovasi, serta transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan. Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa pencapaian produksi hingga Agustus 2025 didukung oleh peningkatan aktivitas hulu yang masif, tercermin dari berbagai indikator operasional utama.
Subholding Upstream mencatatkan realisasi pengeboran eksploitasi 580 sumur, kegiatan workover 836 sumur, dan kegiatan well services 25.514 sumur. Selain itu, Subholding Upstream juga agresif memperkuat cadangan untuk sumberdaya energi baru, baik melalui kegiatan Survei Seismik 3D sepanjang 652 kilometer persegi (km2) maupun pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 15 sumur.
Hasilnya, Subholding Upstream mendapat tambahan sumberdaya 2C (contingent resources) dengan realisasi 2C Validation sebesar 804 juta barel setara minyak (MMBOE) dan menambah cadangan terbukti (P1) migas sebesar 105 juta barel setara minyak (MMBOE).
Proyek Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional
Hermansyah menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari strategi optimasi portofolio, akselerasi pengeboran, serta implementasi teknologi untuk meningkatkan recovery factor lapangan existing. Dengan strategi tersebut, PHE menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional sekaligus kontributor signifikan dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Produksi dan cadangan migas nasional akan semakin kuat dengan tuntasnya proyek strategis Subholding Upstream Pertamina antara lain pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP, Proyek Sisi Nubi, Proyek CEOR lapangan minas di Area A Stage-1, dan proyek Lapangan OO-OX PHE ONWJ.
“Kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan produksi berkelanjutan, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.