
Peran Perempuan Adat dalam Pembangunan
Aliansi Perempuan Nabire (APN) baru-baru ini menggelar sosialisasi yang bertujuan untuk memperkuat peran perempuan adat sebagai agen perubahan dalam pembangunan. Acara ini diadakan dengan tema "Peran Perempuan Adat sebagai Agen Perubahan dalam Pembangunan", dan menjadi ajang penting untuk menyoroti pentingnya partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Posisi Strategis Perempuan
Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Mirna Anembora, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam proses perubahan. Namun, ia juga menyampaikan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan besar karena kurangnya ruang yang diberikan pemerintah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Otsus tidak berjalan bagi perempuan bila mereka tidak diberikan ruang dalam pembangunan," ujar Mirna dalam pertemuan APN, Sabtu (6/12/2025). Ia menambahkan bahwa MRP telah mendorong agar perempuan adat mendapatkan ruang yang jelas dalam ekonomi kerakyatan. "Usulan tersebut kini sudah masuk dalam pembahasan peraturan daerah dan tinggal menunggu penetapan," tambahnya.
Pilar Ekonomi Lokal
Ketua APN, Oktavia, menjelaskan bahwa perempuan merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas pasar, pertanian, dan perikanan. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan keterlibatan mama-mama Papua dalam pembangunan berkelanjutan.
Mirna menekankan pentingnya perempuan melestarikan budaya, seperti kuliner lokal dan anyaman noken, yang kini mulai hilang. Ia juga meminta pemerintah memperhatikan sektor kesehatan, terutama penanganan stunting dan gizi ibu hamil.
Dukungan dari Lembaga Perempuan
Ketua Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah, Adriana Sahempa, menambahkan bahwa pihaknya siap menjadi mitra pemerintah. Ia mengajak semua perempuan di Nabire untuk terus mengembangkan potensi dan menjadi agen perubahan yang kuat.
Dalam acara ini, peserta diajak untuk lebih memahami pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk mendiskusikan berbagai isu yang dihadapi perempuan adat, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun perempuan memiliki kontribusi besar dalam berbagai bidang, mereka masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utamanya adalah kurangnya ruang dalam pengambilan keputusan dan partisipasi dalam pembangunan. Hal ini membuat perempuan sulit untuk mengakses sumber daya dan peluang yang tersedia.
Selain itu, ancaman terhadap budaya lokal juga menjadi perhatian serius. Banyak tradisi dan kebiasaan yang mulai terpinggirkan akibat perubahan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan upaya pelestarian budaya melalui partisipasi aktif perempuan.
Kesimpulan
Sosialisasi yang digelar oleh APN memberikan wadah penting untuk meningkatkan kesadaran tentang peran perempuan dalam pembangunan. Dengan kolaborasi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan perempuan dapat lebih aktif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.