Peraturan Baru Dalam Proses, Ojol Dapat Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Peraturan Baru Dalam Proses, Ojol Dapat Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat
Peraturan Baru Dalam Proses, Ojol Dapat Perlindungan Hukum yang Lebih Kuat

Pemerintah Siapkan Peraturan Presiden untuk Perlindungan Pengemudi Ojek Online

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang akan secara khusus mengatur sektor ojek online (ojol). Fokus utama dari aturan ini adalah perlindungan terhadap para mitra pengemudi ojol.

“Iya, terutama yang kami perhatikan adalah perlindungan bagi teman-teman ojol,” ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, draf peraturan tersebut sudah diterima oleh Kementerian Sekretariat Negara, namun masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Pemerintah ingin memastikan agar aturan baru ini tidak hanya berpihak pada satu kelompok, melainkan memberikan kepastian hukum serta keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem transportasi daring.

“Drafnya sedang kami pelajari. Ada beberapa hal yang masih perlu dikomunikasikan dengan semua pihak. Kami sedang mencari jalan terbaik agar hasilnya bisa diterima bersama,” jelas Prasetyo.

Perpres ini diharapkan menjadi payung hukum yang kuat bagi sektor ojek online, terutama dalam hal kesejahteraan, keselamatan kerja, dan hubungan kemitraan antara pengemudi dengan perusahaan aplikasi. Dengan adanya regulasi ini, pemerintah ingin memastikan bahwa sektor ojol tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berjalan adil dan manusiawi bagi para pengemudinya.

Dia menambahkan pembahasan mengenai aturan itu telah mencapai tahap akhir dan hanya menyisakan beberapa hal teknis yang masih perlu disepakati bersama perusahaan aplikator. Pemerintah menargetkan aturan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat, bahkan berpotensi rampung sebelum akhir tahun ini.

“Mungkin, sangat mungkin (rampung tahun ini). Sudah ada, tinggal ada beberapa yang masih kami harus cari titik temunya. Tapi secara umum kan sudah hampir semua,” kata Prasetyo.

Perhatian Pemerintah terhadap Mitra Pengemudi Ojol

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar Senin (20/10), bertepatan dengan satu tahun Pemerintahan, mengatakan pemerintah terus berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan penyedia layanan ojol untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap mitra pengemudi.

“Kita ingin supaya lapangan kerja ojol ini, pengemudi ojol ini terjamin. Kalau tidak salah ada 4 juta pengemudi ojol ya di dua perusahaan besar itu dan sekitar 2 juta pengusaha yang menggunakan ojol sebagai sarana jual beli UMKM,” kata Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga mengatakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mitra pengemudi ojol juga telah terlihat lewat pemberian bonus hari raya.

“Untuk pertama kali dalam sejarah pengemudi ojek online menerima bonus hari raya, untuk pertama kali,” kata Prabowo.

Tujuan Regulasi yang Menjadi Payung Hukum

Regulasi yang sedang disusun oleh pemerintah diharapkan dapat menjadi payung hukum yang kuat bagi sektor ojol. Hal ini penting karena sektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam mendukung UMKM dan memberikan lapangan kerja kepada banyak orang.

Dalam proses penyusunan Perpres ini, pemerintah juga berupaya memastikan bahwa aturan yang dibuat tidak hanya menguntungkan perusahaan aplikasi, tetapi juga memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pengemudi. Dengan demikian, harapan besar diarahkan agar sektor ojol dapat berkembang secara berkelanjutan dan adil.

Pemerintah juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan aplikasi dan organisasi mitra pengemudi. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan aturan yang seimbang dan dapat diterima oleh seluruh pemangku kepentingan.

Tantangan dan Langkah yang Dilakukan

Meskipun tahap akhir pembahasan telah dicapai, masih ada beberapa hal teknis yang perlu disepakati. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan, melainkan memastikan bahwa setiap aspek yang relevan telah dipertimbangkan dengan matang.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperhatikan kondisi para pengemudi ojol, baik dalam hal kesejahteraan maupun keselamatan kerja. Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan para pengemudi dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalani pekerjaannya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan