
Peringatan Santo dan Santa Pelindung Sabtu 25 Oktober 2025
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, umat Katolik merayakan peringatan para santo dan santa pelindung. Dalam rangkaian perayaan ini, kita akan mengenal tiga tokoh kudus yang memiliki kisah hidup yang penuh makna dan inspiratif.
Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman
Santo Gaudensius lahir pada pertengahan abad ke-4 di kota Brescia, Italia, dari sebuah keluarga Kristen saleh. Sejak masa mudanya, ia mendapat pendidikan agama langsung dari Santo Philaster, uskup setempat. Pendidikan itu membentuknya menjadi seorang pemuda yang saleh, bijaksana, dan cakap. Karena itu, ia sangat dikagumi oleh masyarakat sekitarnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketika dewasa, ia melakukan ziarah ke Yerusalem dan berbagai tempat suci bersejarah. Tujuannya adalah agar bisa melupakan orang-orang yang mencintainya di Brescia. Namun, saat ia berada di Tanah Suci, uskup kota Brescia meninggal dunia. Para imam dan umat kota itu memilih Gaudensius sebagai uskup baru. Uskup-uskup Italia, yang dipimpin oleh Santo Ambrosius, kemudian meresmikan pilihan ini. Mereka mengirimkan kabar kepada Gaudensius yang sedang berada di Kapadokia, Asia Kecil, untuk memintanya pulang ke Brescia.
Setelah mendengar kabar tersebut, Gaudensius yang awalnya ragu, akhirnya pulang karena hormat terhadap Santo Ambrosius. Di Brescia, ia ditahbiskan menjadi uskup pada tahun 397. Sebagai uskup, ia menaruh perhatian besar pada bidang pengajaran agama bagi seluruh umatnya. Ia rajin menjelajahi seluruh keuskupannya untuk berkotbah. Selain itu, ia juga bersikap tegas terhadap orang-orang yang berkelakuan buruk dan hanya mengejar kenikmatan duniawi sambil melupakan ajaran Injil Kristus.
Prestasi kerjanya sangat mengagumkan. Ia pernah diutus oleh Paus untuk menghadap kaisar Konstantinopel guna membebaskan Santo Krisostomus. Sayangnya, usaha itu gagal dan ia diperlakukan dengan kasar oleh kaisar. Santo Gaudensius meninggal dunia pada tahun 410.
Santo Krisantus dan Daria, Martir
Santo Krisantus dan Daria dihormati sebagai martir-martir Roma yang dibunuh pada masa pemerintahan dua kaisar Roma, yaitu Karinus dan Numerianus (283-285). Hari kelahiran dan kematian mereka tidak diketahui secara pasti. Cerita tentang kemartiran mereka berasal dari sebuah cerita kuno abad kelima.
Menurut cerita tersebut, Krisantus adalah putera dari Polemius, seorang bangsawan kafir. Ia menjadi Kristen dan giat dalam penyebaran iman Kristen kepada orang-orang Roma. Ayahnya yang masih kafir tidak merestui perubahan imannya dan berusaha keras untuk memurtadkannya. Namun, Krisantus tetap teguh pada imannya.
Untuk memaksa Krisantus menikah dengan Daria, seorang wanita kafir, ayahnya mempertemukan mereka. Ternyata, Daria justru jatuh cinta pada Krisantus dan bertobat menjadi Kristen. Mereka hidup bersama sebagai suami-isteri dan menjalani kehidupan Kristen yang penuh bakti kepada Tuhan. Mereka giat dalam penyebaran iman Kristen dan berhasil mempertobatkan banyak orang Roma, termasuk seorang hakim yang diperintahkan untuk memaksa mereka menyangkali imannya.
Akibatnya, mereka ditangkap dan disiksa oleh penguasa Roma. Setelah mengalami berbagai siksaan, mereka dirajam dan dikuburkan hidup-hidup di Jalan Salaria, luar kota Roma, pada tahun 283. Meski begitu, kisah mereka tidak menakuti orang-orang Kristen, justru semakin menarik banyak orang Roma untuk berpaling kepada kebenaran dalam Kristus.
Santa Margaretha, Martir
Santa Margaretha dibunuh oleh suaminya pada tahun 1176 dan dimakamkan di luar tempat pemakaman orang-orang beriman. Awalnya, suaminya menyangkal tuduhan itu dengan mengatakan bahwa Margaretha gantung diri. Namun, karena terjadi banyak mujizat di kuburnya, penipuan suaminya terbongkar. Lalu jenazah Margaretha digali kembali dan dimakamkan di dalam gereja Roskilde, Denmark.