Perbanas Dukung Penggabungan Bank dengan Modal Inti Terendah

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 19x dilihat
Perbanas Dukung Penggabungan Bank dengan Modal Inti Terendah

Peran dan Tantangan Bank Kategori KBMI I

Perbanas, atau Perhimpunan Bank Nasional, menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong konsolidasi atau merger di antara bank-bank yang termasuk dalam Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) I. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, menilai bahwa konsolidasi dapat membuat bank-bank tersebut lebih efisien, produktif, serta berdaya saing.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

KBMI I adalah kategori bank dengan modal inti terendah, yaitu hingga Rp 6 triliun. Selain KBMI I, terdapat juga KBMI II yang memiliki modal inti antara Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun, KBMI III dengan modal inti antara Rp 14 triliun hingga Rp 70 triliun, dan KBMI IV yang memiliki modal inti di atas Rp 70 triliun.

Hery mengungkapkan bahwa kondisi permodalan bank-bank KBMI I saat ini cukup bagus, dengan rata-rata rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sekitar 31,5 persen. Namun, ia menyebut bahwa Loan at Risk (LAR) dari KBMI I cukup tinggi, yaitu sebesar 12,32 persen.

“Namun dari sisi LAR-nya itu cukup tinggi, artinya gimana kemampuan untuk mengatur protokol kreditnya dengan baik,” kata Hery dalam acara Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.

Ukuran sebagai Faktor Penentu Kinerja Bank

Menurut pengalaman Hery, ukuran merupakan salah satu faktor penentu kinerja bank. Menurutnya, bank dengan aset di bawah Rp 10 triliun cenderung kesulitan untuk berkembang dan mendapatkan margin. Ia juga menjelaskan bahwa bank-bank kecil akan kalah dengan bank KBMI IV yang secara skala sudah lebih besar; baik dari sisi jumlah cabang, ATM, pengembangan mobile banking, hingga jumlah karyawannya.

Dari segi efisiensi, Hery menyatakan bahwa bank besar menunjukkan kinerja yang lebih baik. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) KBMI I mencapai hampir 83 persen, sedangkan BOPO KBMI IV hanya mencapai 64 persen.

“Ini yang memang menurut kita bahwa perlu kita sikapi, jadi kedepannya mungkin ajakan yang disampaikan oleh OJK itu, untuk melakukan konsolidasi itu benar-benar ini bisa terjadi.”

Langkah OJK untuk Memperkuat Perbankan Nasional

Sebelumnya, OJK mendorong bank-bank kategori KBMI I untuk naik kelas dengan opsi memperkuat permodalan atau melakukan konsolidasi agar kapasitas serta ketahanan perbankan semakin kuat. OJK menilai bank-bank kecil ini masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala usaha, baik melalui langkah organik maupun anorganik.

“Dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, OJK memandang penguatan fundamental dan konsolidasi bank-bank KBMI I sebagai agenda strategis yang perlu kita tempuh secara terarah dan prudent,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers hasil RDKB Oktober 2025 di Jakarta, Jumat, 7 November 2025.

Dinamika Teknologi dan Risiko Siber

Menurut Dian, langkah penguatan ini penting seiring dengan dinamika teknologi informasi, percepatan digitalisasi perbankan, ketidakpastian ekonomi global, serta meningkatnya risiko serangan siber. Ia mengungkapkan bahwa imbauan formal untuk memperkuat fundamental dan melakukan konsolidasi telah disampaikan OJK kepada bank-bank KBMI I melalui surat pada akhir Oktober lalu.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan