Perbanas: Revisi DHE SDA Berpotensi Tingkatkan Kredit Valas, Implementasi Masih Dikaji

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 9x dilihat
Perbanas: Revisi DHE SDA Berpotensi Tingkatkan Kredit Valas, Implementasi Masih Dikaji

Peran Devisa Hasil Ekspor SDA dalam Peningkatan Kredit Berdenominasi Valas

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa revisi Peraturan Pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) berpotensi meningkatkan kredit yang diberikan oleh bank-bank nasional. Namun, asosiasi ini masih melakukan kajian mendalam bersama regulator untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sistemik di sektor perbankan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebagai informasi, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) DHE SDA akan mewajibkan eksportir untuk menempatkan devisa hasil ekspor hanya di bank milik negara. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu aturan resmi dari pemerintah terkait DHE SDA ini. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, Perbanas belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut tentang persiapan bank milik negara terhadap penempatan DHE SDA.

“Saat ini kami belum bisa mengatakan apa-apa terkait persiapan bank milik negara terhadap penempatan DHE SDA. Namun ketentuan tersebut akan mendorong penyaluran kredit karena ada dana yang masuk,” ujar Heri di Jakarta Selatan, Rabu (10/12).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025 tentang DHE SDA, eksportir diperbolehkan menempatkan DHE SDA dalam denominasi valas. Kebijakan ini memaksakan eksportir di sektor pertambangan (kecuali migas), perkebunan, kehutanan, dan perikanan untuk menempatkan 100% DHE di dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan.

Sekretaris Jenderal Perbanas, Anika Faisal, menyatakan bahwa pihaknya akan selalu mendukung revisi PP DHE SDA karena memiliki tujuan baik bagi perekonomian nasional. Meskipun demikian, Anika menekankan bahwa Perbanas akan melakukan kajian dan diskusi dengan regulator terkait implementasi revisi PP DHE SDA.

“Kami bersama regulator akan mencari cara terbaik untuk mengimplementasikan revisi aturan DHE SDA dengan baik tanpa mengganggu risiko sistemik di bank,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan bahwa PP DHE SDA tidak langsung otomatis memperkuat cadangan devisa negara karena valas hasil konversi lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun begitu, Destry mengatakan kebijakan tersebut sudah memberikan dampak positif. Regulasi ini mampu menjaga keseimbangan pasar, meski dampaknya tidak langsung terasa.

Namun, tekanan eksternal tetap menjadi tantangan utama. Apalagi, dalam dua bulan terakhir, Indonesia mengalami arus keluar modal asing atau capital outflow yang cukup besar.

“Outflow begitu besar sehingga itu juga menyebabkan kita harus menggunakan cadangan devisa kita untuk melakukan intervensi,” ujar Destry.

Tantangan dan Peluang dari Implementasi DHE SDA

Implementasi DHE SDA membawa berbagai tantangan dan peluang bagi sektor perbankan. Di satu sisi, kebijakan ini dapat meningkatkan aliran dana valas yang masuk ke sistem perbankan, sehingga memperkuat posisi bank dalam memberikan kredit berdenominasi valas. Di sisi lain, regulasi ini juga memerlukan pengelolaan yang cermat agar tidak menimbulkan risiko sistemik.

Perbanas berkomitmen untuk bekerja sama dengan regulator dalam merancang strategi implementasi yang efektif dan aman. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan DHE SDA tidak hanya bermanfaat bagi perekonomian nasional, tetapi juga stabil bagi sistem perbankan.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekspor dan kebutuhan domestik. Dengan adanya aturan yang jelas, eksportir akan lebih mudah mengelola devisa mereka, sementara pemerintah dapat memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara optimal.

Kesimpulan

Revisi PP DHE SDA merupakan langkah penting dalam upaya memperkuat sistem keuangan nasional. Meskipun masih dalam proses kajian dan diskusi, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan manfaat signifikan bagi sektor perbankan dan perekonomian secara keseluruhan. Dengan kolaborasi yang kuat antara regulator dan institusi seperti Perbanas, implementasi DHE SDA dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan