
aiotrade.app, JAKARTA — Harga emas menunjukkan stabilitas pada awal perdagangan Rabu (22/10/2025), setelah sebelumnya mengalami penurunan terbesar sejak tahun 2020. Penurunan ini disebabkan oleh tindakan investor yang melakukan profit taking di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga sebelumnya telah mencapai tingkat yang terlalu tinggi.
Berdasarkan data dari Bloomberg, harga emas di pasar spot turun sebesar 0,07% atau 2,06 poin menjadi US$4.123,16 per troy ounce, atau sekitar Rp2,19 juta per gram, pada pukul 06.11 WIB. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex AS naik sebesar 0,6% atau 24,6 poin menjadi US$4.133,70 per gram.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sejauh ini, pengembalian investasi emas pada tahun ini (year-to-date atau YTD) mencapai 65,99%. Dengan angka tersebut, berikut rincian pergerakan harga emas di Indonesia, Singapura, dan Malaysia:
Perbandingan Harga Emas di Indonesia, Singapura, dan Malaysia
-
Harga Emas di Indonesia
Berdasarkan data dari exchange-rates.org, harga emas 24K per gram di pasar Indonesia dibanderol seharga Rp2,3 juta per gram. Selain itu, harga emas 24K per ons mencapai Rp71,76 juta, sedangkan per kilogram sebesar Rp2,3 miliar. -
Harga Emas di Singapura
Di pasar Singapura, harga emas 24K per gram ditetapkan sebesar S$180,28 (setara dengan Rp2,30 juta). Untuk per ons, harga emas 24K mencapai S$5.607 (Rp71,75 juta), sementara per kilogram sebesar S$180.283 (Rp2,30 miliar). -
Harga Emas di Malaysia
Di Malaysia, harga emas 24K per gram berada di kisaran RM588,25 (Rp2,30 juta). Untuk per ons, harga emas 24K mencapai RM18.297 (Rp71,82 juta), dan untuk per kilogram sebesar RM588.254 (Rp2,30 miliar).
Perkembangan Harga Emas Tahun Ini
Menurut catatan Bisnis, emas mencatat reli luar biasa sepanjang tahun 2025. Dalam sembilan pekan tanpa jeda, harga emas naik lebih dari 65%. Penguatan ini didorong oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral, lonjakan arus dana ke ETF, serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai akibat gejolak geopolitik, tekanan fiskal, dan kekhawatiran terhadap independensi The Fed.
Tidak hanya emas, logam mulia lain seperti perak juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif. Harga perak melonjak lebih dari 80% sepanjang tahun ini. Faktor-faktor makro yang sama seperti emas turut memengaruhi kenaikan harga perak, ditambah dengan krisis pasokan historis di pasar London.
Harga acuan perak di London saat ini berada di atas kontrak berjangka New York, sehingga memicu pengiriman logam mulia tersebut ke Inggris demi mengatasi kelangkaan. Selisih harga antara London dan New York masih sekitar US$1 per ounce, jauh lebih kecil dibandingkan US$3 yang tercatat pekan lalu.