Perbandingan Kereta Cepat Whoosh Indonesia dan Land Bridge Arab Saudi, yang Lebih Boros?

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 13x dilihat
Perbandingan Kereta Cepat Whoosh Indonesia dan Land Bridge Arab Saudi, yang Lebih Boros?
Perbandingan Kereta Cepat Whoosh Indonesia dan Land Bridge Arab Saudi, yang Lebih Boros?

Proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung: Tantangan dan Kritik

Proyek kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung sejauh 142,3 km menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang menarik perhatian publik. Total investasi proyek ini mencapai 7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp116 triliun. Proyek ini resmi beroperasi sejak 2 Oktober 2023, namun di tengah keberhasilannya, terdapat beberapa tantangan dan kritik yang muncul.

Biaya yang Membengkak

Pembengkakan biaya menjadi salah satu isu utama dalam proyek Whoosh. Awalnya, proyek ini direncanakan dengan anggaran sebesar 6,07 miliar dollar AS, tetapi akhirnya membengkak hingga 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp19,54 triliun. Hal ini menyebabkan total investasi meningkat menjadi 7,2 miliar dollar AS. Dari total investasi tersebut, 75 persen berasal dari pinjaman China Development Bank, sedangkan sisanya berasal dari setoran modal pemegang saham, yaitu PT KCIC yang merupakan gabungan dari PSBI (60 persen) dan Beijing Yawan HSR Co Ltd (40 persen).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beban Keuangan bagi BUMN

Utang proyek Whoosh dinilai sebagai beban berat bagi BUMN Indonesia, khususnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemimpin konsorsium PSBI. Utang ini dianggap sebagai bom waktu yang dapat memengaruhi kinerja keuangan PT KAI. Pada semester I-2025, PT KAI mencatat kerugian senilai Rp1,625 triliun. Sebagai lead konsorsium, PT KAI menanggung porsi kerugian terbesar, yaitu sebesar Rp951,48 miliar per Juni 2025.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa besar utang proyek Whoosh ini bagai bom waktu, sehingga pihaknya akan melakukan koordinasi dengan BPI Danantara untuk menanganinya. “Kami akan koordinasi dengan Danantara untuk masalah KCIC ini, terutama kami dalami juga. Ini bom waktu,” ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Fasilitas dan Tarif Kereta Cepat Whoosh

Whoosh adalah sistem kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kereta ini memiliki kecepatan operasional hingga 350 km/h dan melintasi jalur Tegalluar Summarecon—Halim. Jalur kereta ini melintasi empat stasiun utama: Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung). Waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya sekitar 36-44 menit, jauh lebih cepat dibandingkan perjalanan darat yang biasanya membutuhkan waktu 3-4 jam.

Harga tiket untuk sekali perjalanan berkisar antara Rp250.000-Rp300.000. Kereta cepat ini memiliki tiga kelas, yakni VIP dengan total 18 penumpang, kelas 1 dengan 28 penumpang, dan kelas 2 dengan 555 penumpang.

Awal Mula Proyek Whoosh

Proyek Whoosh digagas sejak era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2011, dengan Jepang sebagai mitra utama melalui JICA (Japan International Cooperation Agency). Namun, pada 2015, Jokowi memilih China sebagai mitra untuk membangun Whoosh. Alasannya, China menawarkan skema Business-to-Business (B2B) tanpa jaminan APBN, berbagi teknologi lebih luas, dan pinjaman sebesar 5 miliar dollar AS tanpa syarat ketat seperti Jepang, meski bunganya lebih tinggi, yakni 2 hingga 3,4 persen.

Perbandingan dengan Kereta Cepat Arab Saudi

Arab Saudi kini sedang menggarap proyek kereta api berkecepatan tinggi dengan rel jauh lebih panjang dibanding Whoosh di Indonesia. Nilai proyeknya lebih murah dari Whoosh. Rel kereta cepat sepanjang 1.500 kilometer (km) bakal menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Arab. Anggaran dana yang disediakan mencapai 7 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 112 triliun. Kereta cepat tersebut diberi nama Land Bridge.

Land Bridge bakal beroperasi dengan rute Jeddah ke Dammam melalui Riyadh. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Saudi–Tiongkok, melibatkan Saudi Arabia Railways, China Civil Engineering Construction Company (CCECC), dan Al-Ayuni Contracting dari pihak lokal. Sejumlah perusahaan internasional juga ikut berperan, seperti Systra (Prancis), Thales, WSP, Hill International (AS), Italferr (Italia), dan Sener (Spanyol).

Visi Saudi 2030

Proyek kereta cepat di Arab Saudi termasuk landasan dari Visi Saudi 2030 yang dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat populasi besar dan mengubah negara ini menjadi pusat transportasi global. Proyek Land Bridge ditargetkan selesai pada Desember 2030. Saat ini, proses konstruksi sedang berlangsung. Meski demikian, tarif tiket Land Bridge belum bisa ditentukan.

Dilansir dari Times of India, selama ini layanan kereta api yang ada di Arab Saudi masih menawarkan harga yang kompetitif. Misalnya, tiket kelas ekonomi di Jalur Haramain High-Speed berkisar mulai dari 11 dollar AS atau sekitar Rp 183.000 untuk jarak pendek dan 40 dollar AS atau Rp 665.000 untuk perjalanan jauh. Adapun tarif tiket bisnis diperkirakan mencapai 84 dollar AS atau Rp 1,3 juta.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan