
Penurunan Performa Ganda Putra BAM, Aaron Chia/Soh Wooi Yik
Pelatih ganda putra BAM, Herry Iman Pierngadi, menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan performa murid terbaiknya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Kegagalan mereka dalam meraih medali pada Kejuaraan Dunia 2025 tampaknya berdampak pada tren penurunan kinerja mereka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa pekan setelah kekalahan di ajang bulu tangkis utama di Prancis, Aaron Chia/Soh Wooi Yik kembali tumbang di babak awal Hong Kong Open 2025. Kekalahan ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi sering kali mereka kalah dari pasangan yang sebelumnya lebih rendah peringkatnya.
Di Kejuaraan Dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik kalah dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty asal India, yang sebelumnya sering mereka kalahkan. Selanjutnya, di Hong Kong Open mereka kalah dari Ben Lane/Sean Vendy asal Inggris dengan skor telak 13-21, 13-21. Kekalahan ini semakin membuat para penggemar dan pelatih khawatir.
Meski begitu, di pekan berikutnya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik mampu mencapai semifinal China Masters 2025. Namun, di fase empat besar itu mereka kembali kalah dari Rankireddy/Shetty. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kemampuan mereka.
Sebab, pada paruh pertama tahun ini, Aaron Chia/Soh Wooi Yik menjadi salah satu ganda putra yang paling sering tampil di final sejak dilatih oleh Herry Iman Pierngadi. Bahkan, mereka berhasil meraih tiga gelar juara dengan memenangi Kejuaraan Asia 2025, Thailand Open 2025, dan Singapore Open 2025.
Herry Iman Pierngadi angkat bicara mengenai penurunan performa beberapa pekan terakhir. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah nonteknis di luar lapangan. Menurutnya, setelah Kejuaraan Dunia, performa mereka sedikit menurun. Mungkin karena kurang istirahat dan kurang latihan.
"Setelah Kejuaraan Dunia, persiapannya hanya seminggu, jadi tidak cukup sebelum Hong Kong Open," ujar Herry. Ia juga mengaku bahwa kondisi fisik pemainnya sedang tidak baik. "Situasi (fisik) mereka juga tidak bagus. Kami harus mengakuinya."
Herry menilai bahwa waktu istirahat sangat penting bagi seorang pemain karena jadwal turnamen saat ini terlalu padat. Ia tidak terlalu khawatir dengan penurunan performa Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dengan pengalamannya sebagai pelatih puluhan tahun, ia menilai situasi seperti ini lumrah terjadi.
"Jika kurang istirahat, risiko cedera akan lebih tinggi dan itu yang perlu kami hindari," ujarnya. "Jika saya mengikuti pengalaman saya, semua pemain akan mengalami pasang surut performa. Tidak ada pemain yang selalu naik daun. Itu hal wajar dalam olahraga."
Ia berharap bersama-sama dapat memperbaiki kinerja yang fluktuatif (naik-turun) tersebut. Herry Iman Pierngadi, yang pernah mengabdi selama hampir tiga dekade di Pelatnas Cipayung, tetap percaya bahwa dengan latihan yang tepat dan istirahat yang cukup, Aaron Chia/Soh Wooi Yik bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya.