Pergerakan Saham Bank Menjelang Akhir Tahun 2025, Beberapa Naik 43%

admin.aiotrade 30 Des 2025 4 menit 15x dilihat
Pergerakan Saham Bank Menjelang Akhir Tahun 2025, Beberapa Naik 43%


aiotrade, JAKARTA — Pergerakan saham perbankan terpantau bervariasi pada awal perdagangan menjelang penutupan perdagangan tahun 2025. Penutupan perdagangan dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/12/2025) hari ini.

Sejumlah saham bank besar masih berada di zona merah secara tahunan (year to date/YtD), sementara sebagian emiten bank lain justru mampu mencatatkan penguatan signifikan sepanjang tahun ini. Berikut adalah perkembangan terkini dari beberapa saham perbankan utama di Indonesia:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

Saham BBCA dibuka melemah di level Rp7.950 per saham, turun 0,93% atau 75 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan pada saham bank swasta terbesar di Tanah Air itu membuat kinerjanya secara YtD terkoreksi cukup dalam, yakni 17,31% atau setara penurunan 1.675 poin.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)

Saham BMRI dibuka stagnan di level Rp5.075 per saham. Namun, dalam beberapa menit awal perdagangan, saham bank pelat merah tersebut sempat tertekan hingga menyentuh level terendah di Rp5.050 per saham. Secara YtD, saham BMRI tercatat melemah 10,53% atau turun sekitar 600 poin.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

Tekanan juga terjadi pada saham BBRI. Saham BRI dibuka di level Rp3.690 per saham atau turun 2,38% setara 90 poin. Secara tahunan, saham BBRI telah terkoreksi 10,05% atau sekitar 410 poin, mencerminkan tekanan yang masih membayangi saham perbankan besar sepanjang 2025.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

Berbeda dengan tiga bank besar tersebut, saham BBNI menunjukkan pergerakan yang lebih fluktuatif. Saham BNI dibuka di level Rp4.260 per saham, sempat melemah ke Rp4.250, sebelum akhirnya berbalik menguat ke Rp4.310 per saham. Meski demikian, secara YtD saham BBNI masih tercatat turun tipis 1,61% atau sekitar 70 poin.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)

Saham BRIS dibuka di level Rp2.260 per saham sebelum melemah 0,88% atau 20 poin ke Rp2.240 per saham. Saham BRIS sempat bangkit ke level Rp2.270 per saham, namun secara YtD masih tertekan cukup dalam dengan penurunan 17,95% atau sekitar 490 poin.

Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN)

Saham BBTN justru menunjukkan pergerakan positif. Saham BTN dibuka di level Rp1.150 per saham, sama dengan harga penutupan sebelumnya, sebelum menguat ke Rp1.165 per saham. Secara YtD, saham BBTN masih mampu mencatatkan kenaikan 0,88% atau sekitar 10 poin.

Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)

Kinerja positif juga terlihat pada saham BNGA. Saham BNGA dibuka di level Rp1.745 per saham dan sempat menyentuh level tertinggi Rp1.760 per saham. Sepanjang 2025, saham BNGA telah menguat 1,45% atau sekitar 25 poin.

Saham PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS)

Saham BTPS menjadi salah satu yang mencatatkan penguatan signifikan. Saham BTPS dibuka di level Rp1.210 per saham dengan rentang perdagangan di kisaran Rp1.190 hingga Rp1.210 per saham. Secara YtD, saham BTPS melonjak 30,27% atau sekitar 280 poin.

Saham PT KB Indonesia Tbk. (BBKP)

Penguatan tajam juga tercatat pada saham BBKP. Saham BBKP mayoritas bergerak stagnan di level Rp78 per saham sejak pembukaan perdagangan. Namun secara tahunan, saham BBKP melesat 42,59% atau naik sekitar 23 poin.

Saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)

Emiten pendatang baru, SUPA, turut mencuri perhatian pasar. Saham SUPA, yang resmi melantai di BEI pada 17 Desember 2025, dibuka di level Rp915 per saham. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp935 per saham pada perdagangan hari ini dan terendah Rp905 per saham. Secara YtD, saham SUPA menguat 43,31% atau sekitar 275 poin.

Saham PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO)

Saham AGRO, bank digital anak usaha BRI, dibuka di level Rp228 per saham. Saham AGRO sempat menguat ke Rp236 per saham meski kembali turun ke level pembukaan. Sepanjang tahun berjalan, saham AGRO tercatat bergerak stagnan.

Saham PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP)

Terakhir, saham NISP dibuka di level Rp1.365 per saham dengan pergerakan di rentang Rp1.360 hingga Rp1.370 per saham. Secara YtD, saham NISP masih mencatatkan kenaikan 3,80% atau sekitar 50 poin.

Pergerakan beragam saham perbankan ini mencerminkan dinamika sentimen pasar menjelang penutupan perdagangan 2025, di tengah seleksi investor terhadap kinerja, valuasi, serta prospek masing-masing emiten bank ke depan.


Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. - TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan