Perguruan Tinggi Jadi Pusat Riset Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

admin.aiotrade 13 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Perguruan Tinggi Jadi Pusat Riset Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Perubahan Mindset Perguruan Tinggi Menuju Kampus Berbasis Riset

Perguruan tinggi di Indonesia perlu mengubah pola pikirnya menjadi kampus yang berbasis riset. Paradigma university research dinilai akan sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi negara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV, Dr. Lukman, saat menjadi pembicara kunci dalam Sidang Terbuka Senat dalam rangka Peringatan Milad ke-67 Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Kamis 13 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Lukman, sumber daya manusia dengan mindset riset akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Buktinya telah terlihat dari beberapa negara maju. Contohnya, riset di Stanford University telah menghasilkan 2,7 dolar Amerika Serikat per tahun dan membuka 5,4 juta pekerjaan dengan melibatkan sedikitnya 40.000 perusahaan. Selain itu, riset Massachusetts Institute of Technology (MIT) menghasilkan 2 triliun dolar AS dan membuka peluang kerja hingga 4,6 juta pekerjaan dengan melibatkan sekitar 30.000 perusahaan.

"University of Kansas juga bisa menghasilkan hingga 7,8 miliar dolar AS dari risetnya dan mempekerjakan 88.000 pekerjaan," ujarnya.

Di China, klaster inovasi dan teknologi menyumbang 13,4% dari total GDP dengan hanya menggunakan 2,5% dari total lahan konstruksi negara. Oleh karena itu, Lukman menyarankan agar mahasiswa juga mulai didorong untuk mengubah mindset-nya menuju riset. Ia juga meminta adanya dukungan dari pemerintah daerah agar universitas yang ada berorientasi pada penelitian atau riset.

Dukungan Dana Riset yang Signifikan

Selain itu, penguatan riset di perguruan tinggi harus didukung oleh dana riset yang memadai. Menurut Lukman, dana riset di tahun 2024 mencapai Rp 1,47 triliun. Namun di 2025, dana riset yang berasal dari APBN dan LPDP meningkat pesat hingga Rp 3,2 triliun atau meningkat 218%.

"Presiden Prabowo juga menjanjikan ada kenaikan dana riset hingga Rp 11 triliun di tahun 2026. Jadi, kemungkinan ke depan dana riset bisa meningkat hingga 500% untuk mendukung ekosistem riset," tambahnya.

Lukman pun memberikan pesan kepada Unisba agar bisa berkontribusi terhadap ekosistem riset serta pertumbuhan ekonomi. "Saran saya, usahakan di dua hingga tiga tahun ke depan, satu prodi tiga profesor, satu dosen satu publikasi internasional," katanya.

Visi Unisba sebagai Perguruan Tinggi Islam Unggul

Di sisi lain, Rektor Unisba, Prof. Harits Nu’man, menyatakan bahwa Unisba terus memperkuat eksistensinya sebagai perguruan tinggi Islam unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Ia menegaskan bahwa tema Smart Engineering for Sustainable Industry mencerminkan tekad Unisba untuk menyiapkan insan cerdas, kompetitif, dan berkarakter sebagai katalisator kemajuan ilmu, iman, dan industri berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan