
Pergerakan Rupiah di Awal Pekan Ini
Nilai tukar rupiah pada awal pekan ini akan sangat bergantung pada pergerakan dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah menguat di pasar spot sebesar 0,18% menjadi Rp 16.646 per dolar AS pada Jumat (12/12/2025). Sementara itu, berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,09% menjadi Rp 16.652 per dolar AS.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), menjelaskan bahwa indeks dolar AS melemah setelah the Fed menurunkan suku bunga sesuai ekspektasi. Meskipun begitu, masih ada peluang penurunan satu kali lagi di tahun depan berdasarkan hasil Dot Plot. Hal ini didukung oleh data klaim awal tunjangan pengangguran AS yang naik menjadi 236.000 untuk pekan yang berakhir pada 6 Desember, lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang sebesar 191.000.
“Pelemahan dolar AS dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan ke depan,” ujar David kepada aiotrade, Jumat (12/12/2025).
David memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.550 hingga Rp 16.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini (15/12/2025).
Ekspektasi Suku Bunga dan Pergerakan Rupiah
Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang, menyatakan bahwa pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga pada hari ini. Para pembuat kebijakan the Fed mengisyaratkan kemungkinan jeda dalam pengurangan lebih lanjut karena mereka memantau tren pasar tenaga kerja dan inflasi yang tetap agak tinggi.
“Pasar saat ini memperkirakan hampir 78% kemungkinan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan,” ujar Ibrahim.
Selain itu, Ibrahim menilai bahwa pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh rencana pemerintah yang tengah menyiapkan kebijakan ekonomi khusus untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Beberapa paket kebijakan ekonomi yang sedang disiapkan antara lain penghapusbukuan hingga restrukturisasi bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah naiknya klaim penjaminan kredit KUR. Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membuat regulasinya. Tak hanya itu, keringanan juga diberikan kepada pekerja serta perusahaan terdampak bencana.
Rencananya, sejumlah paket kebijakan ekonomi khusus wilayah terdampak bencana akan diumumkan minggu depan. Paket stimulus yang disiapkan dapat menjaga stabilitas dan mendorong kembali perekonomian di daerah terdampak.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Ibrahim memproyeksikan bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah dalam rentang Rp 16.640 hingga Rp 16.700 per dolar AS pada hari ini (15/12/2025). Perkiraan ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berkembang, baik dari sisi suku bunga maupun kondisi ekonomi domestik.