
Perampokan Museum Louvre yang Mengejutkan
Museum Louvre kembali menjadi perhatian dunia setelah sembilan perhiasan bersejarah abad ke-19 hilang dalam aksi pencurian yang terjadi pada Minggu (19/10) pagi. Aksi ini dianggap mirip dengan adegan film, karena hanya membutuhkan waktu tujuh menit sejak museum dibuka untuk umum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perampokan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat, tidak lama setelah Louvre resmi dibuka pukul 09.00. Para pelaku tidak masuk melalui pintu utama, tetapi melalui sisi samping Galeri Apollo. Galeri ini merupakan tempat penyimpanan koleksi kerajaan. Mereka menggunakan tangga panjang untuk memanjat ke area target.
Menurut pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis, Nunez, para pencuri tampaknya memiliki pengalaman, mungkin dari luar negeri. Aksi mereka terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial, menunjukkan bagaimana para pelaku memanjat tangga menuju galeri.
Dari ruang koleksi tersebut, pelaku membawa kabur sembilan perhiasan bernilai tinggi. Di antaranya adalah kalung zamrud dan berlian yang diberikan Napoleon kepada istrinya, Permaisuri Marie Louise. Ada juga diadem milik Permaisuri Eugene yang bertabur hampir 2.000 berlian, serta kalung Ratu Marie-Amelie yang dihiasi delapan safir dan 631 berlian.
Intervensi cepat staf museum membuat pencuri melarikan diri sebelum membawa semua targetnya. Beberapa peralatan yang digunakan dalam aksi itu ditemukan di lokasi.
"Para pencuri meninggalkan perlengkapan mereka ketika menyadari staf museum mulai bereaksi," ujar pernyataan Kementerian Kebudayaan Prancis.
Presiden balai lelang Drouot Patrimoine, Alexandre Giquello, mengatakan bahwa barang curian ini mustahil dijual dalam kondisi aslinya. "Nilai sejarah dan keunikan desain membuatnya sangat mudah dilacak," katanya.
Ini merupakan pencurian pertama di Louvre sejak 1998, ketika sebuah lukisan karya Corot raib dan tak pernah ditemukan. Namun, insiden terbaru ini langsung memicu perdebatan tentang lemahnya sistem keamanan museum nasional Prancis.
Menteri Kehakiman Gerard Darmanin menyebut peristiwa ini sebagai penghinaan nasional. Dalam wawancara dengan stasiun radio France Inter, dia menilai pencurian itu menandakan kelalaian serius dalam perlindungan aset budaya negara.
"Yang pasti, kita telah gagal. Di tengah kota Paris, seseorang bisa menempatkan alat pengangkat furnitur dan naik untuk mengambil perhiasan tak ternilai harganya dalam hitungan menit," kata Darmanin.
Pihak kepolisian masih memburu para pelaku dan mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan internasional dalam aksi berani di jantung kota Paris itu.
The Guardian menyebut perampokan ini langsung merembet ke ranah politik. Pemimpin Sayap Kanan Jordan Bardella menyebut Museum Louvre merupakan simbol budaya Prancis.
"Perampokan ini merupakan penghinaan yang tidak tertahankan bagi negara kita. Sejauh mana kerusakan ini akan berlanjut," ucapnya. Perkataan ini menyerang Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Namun, Macron tetap fokus pada kasus. Dia menyebut akan mengembalikan benda yang dicuri dan mengadili yang mencurinya.