
Bank Indonesia (BI) telah melakukan penghitungan terkait dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menjelaskan bahwa penghitungan ini dilakukan dengan mempertimbangkan hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari terakhir akibat bencana tersebut.
Ia mengakui bahwa bencana tersebut menyebabkan perekonomian bergerak negatif. “Namun, ini masih perhitungan sementara. Dalam produk domestik bruto (PDB) setahun ini, perkiraannya minus 0,017%,” ujar Aida dalam konferensi pers yang digelar pada Rapat Dewan Gubernur Bulanan Desember 2025 di Jakarta, Rabu (18/12).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proses penghitungan dampak bencana, menurut Aida, cukup kompleks karena tidak hanya melihat dampak ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan lainnya. Dalam perhitungan dampak ekonomi, banyak dimensi yang harus diperhatikan. “Seperti hilangnya nilai aset, kemudian juga produktivitas atau tentunya ekonomi, serta adanya upaya positif terkait rekonstruksi bencana,” jelasnya.
Dengan memperhatikan hal tersebut, BI masih akan berkoordinasi untuk melihat data yang lebih lengkap ke depan dalam menghitung dampak ekonomi dari bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Bantuan Pemerintah untuk Korban Banjir Sumatera
Pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan bagi para korban banjir di Sumatera. Bantuan tersebut mencakup berbagai aspek, seperti hunian sementara hingga uang tunai. Beberapa daftar bantuan sudah disiapkan agar bisa segera dicairkan kepada masyarakat yang terdampak.
Prediksi Ekonom BCA: Potensi Pemangkasan PDB Nasional
Seorang ekonom dari BCA menyatakan bahwa banjir dan tanah longsor di Sumatera berpotensi mengurangi pertumbuhan PDB nasional sebesar 0,31%. Prediksi ini menjadi perhatian serius bagi pihak BI dan pemerintah dalam merencanakan langkah-langkah pemulihan ekonomi.
Kerusakan Infrastruktur Akibat Bencana
Banyak infrastruktur seperti rumah, sekolah, hingga jalan raya di Aceh rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor. Hal ini memengaruhi kenyamanan hidup masyarakat dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Potensi Inflasi yang Tinggi
Terkait dampak terhadap inflasi, Aida menyatakan bahwa BI masih terkendala dalam melihat secara langsung kondisi di tiga provinsi tersebut. Bank sentral masih menunggu survei dari Badan Pusat Statistik.
BI juga memiliki survei pemantauan harga. “Baru pada minggu pertama proyeksinya (inflasi) kelihatannya memang sedikit lebih tinggi. Tetapi barang-barang, seperti beras, telur ayam, bawang, yang menjadi penyebab tingginya volatile food di bulan kemarin sudah mengalami perbaikan,” ujarnya.
Aida menambahkan bahwa inflasi harga yang lebih tinggi memang terlihat untuk daging ayam ras dan cabai rawit. Namun secara keseluruhan inflasi ini hanya berada sedikit di atas titik tengah target inflasi yakni 2,5%.
“Penguatan kawalan tentunya akan kami terus lakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat,” katanya.