
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,43% pada akhir perdagangan hari Selasa (16/12/2025), dengan berada di level 8.686,47. Pergerakan ini menjadi indikasi positif bagi para pelaku pasar setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan.
William Hartanto, praktisi pasar modal sekaligus pendiri WH-Project, menyampaikan bahwa IHSG masih bertahan di atas demand zone 8.612. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase jenuh jual setelah adanya pelemahan yang terjadi pada 11 Desember 2025. Ia juga menjelaskan bahwa pola candlestick IHSG pada perdagangan sebelumnya membentuk dragonfly doji, yang merupakan tanda adanya jenuh jual dan potensi untuk rebound.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut William, peluang strategi buy on weakness masih terbuka selama demand zone tersebut tetap terjaga. Selain itu, ada kemungkinan adanya window dressing menjelang akhir tahun 2025, yang bisa memberikan dorongan tambahan bagi IHSG.
Ia memproyeksikan bahwa IHSG hari ini memiliki potensi untuk naik dalam kisaran antara 8.600 hingga 8.700. Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal dan kondisi pasar saat ini.
Berikut beberapa saham yang direkomendasikan untuk diperdagangkan pada hari Rabu (17/12/2025):
-
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
Rekomendasi: Buy
Estimasi target harga: Rp 710 hingga Rp 765 per saham. -
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Rekomendasi: Buy
Estimasi target harga: Rp 2.840 hingga Rp 2.900 per saham. -
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Rekomendasi: Buy
Estimasi target harga: Rp 180 hingga Rp 186 per saham.
ASRI Chart
by TradingView