Pada perdagangan Rabu (1/10/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,21% dan ditutup di level 8.043. Hal ini menunjukkan tekanan pada pasar saham yang berpotensi terkait dengan beberapa faktor eksternal dan internal.
William Hartanto, praktisi pasar modal sekaligus founder WH-Project, menjelaskan bahwa IHSG dalam beberapa hari terakhir masih dalam fase pengujian support di level 8.000. Menurutnya, ada potensi pembentukan pola double top, sehingga pergerakan pasar belum menunjukkan tren yang sangat menarik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meski demikian, William melihat peluang bagi investor untuk memanfaatkan situasi saat ini. Ia menilai bahwa pada fase pertahanan di level 8.000, peluang buy on weakness tetap terbuka lebar. Dengan kata lain, investor bisa membeli saham saat harga sedang turun karena diperkirakan akan kembali naik.
William memproyeksikan bahwa IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (2/10), akan bergerak secara mixed dengan rentang antara 8.000 hingga 8.124. Ini menunjukkan bahwa pasar mungkin tidak stabil dan cenderung fluktuatif.
Berikut rekomendasi saham pilihan secara teknikal untuk perdagangan Kamis (2/10):
- PT Petrosea Tbk (PTRO)
- Rekomendasi: Buy
- Support: Rp 6.450
-
Resistance: Rp 7.375
-
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- Rekomendasi: Wait and See
- Support: Rp 3.790
-
Resistance: Rp 4.220
-
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- Rekomendasi: Buy
- Support: Rp 1.575
-
Resistance: Rp 1.865
-
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- Rekomendasi: Buy
- Support: Rp 8.100
- Resistance: Rp 8.600
AALI Chart
by TradingView