
Topan Super Fung Wong Menghancurkan Pesisir Timur Filipina, Dampak Tidak Langsung Dirasakan di Sulawesi Utara
Topan super Fung Wong yang menghantam pesisir timur Filipina pada hari Minggu (9/11/2025) malam menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan memaksa lebih dari satu juta warga untuk mengungsi. Badan cuaca nasional melaporkan bahwa badai tersebut memiliki skala besar dengan radius hampir mencakup seluruh wilayah Filipina.
Dampak tidak langsung dari topan ini juga dirasakan di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di kawasan kepulauan. Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Astrid Lasut, membenarkan bahwa wilayah Sulut turut merasakan dampak topan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perkembangan Terkini Topan Fung Wong
Berdasarkan analisis terbaru dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) akarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 9 November 2025 pukul 19.00 WIB, Siklon Tropis Fung Wong telah menurun, namun masih berada dalam kategori 3 (tiga) dengan pergerakan ke arah Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia.
Meskipun siklon tropis Fung Wong bergerak menjauh, wilayah Sulut tetap merasakan dampak tidak langsung. Astrid Lasut menjelaskan bahwa peningkatan kecepatan angin terjadi di wilayah Kepulauan dan beberapa wilayah lain di Sulut.
BMKG juga merilis peringatan dini mengenai potensi kondisi cuaca ekstrem dan perairan yang terdampak langsung oleh Siklon Tropis FUNG-WONG dan juga oleh Bibit Siklon Tropis 96S yang terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Bengkulu.
Potensi Dampak Cuaca Ekstrem
Siklon Tropis Fung Wong diprediksi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan (9 November 2025 pukul 19.00 WIB – 10 November 2025 pukul 19.00 WIB). Berikut adalah potensi dampaknya:
- Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat berpotensi terjadi di:
- Sulawesi Utara
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Timur
-
Papua Barat Daya
-
Gelombang Laut Tinggi berpotensi terjadi di:
- Perairan Kepulauan Sangihe
- Kepulauan Talaud
- Laut Halmahera
- Perairan Morotai
- Laut Banda
- Perairan Banda
- Perairan Raja Ampat
- Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 96S yang berada di sekitar 6.3∘LS 102.5∘BT di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori peluang Rendah dengan pergerakan cenderung stasioner.
Dampak dari Bibit Siklon Tropis 96S
Dampak langsung dari Bibit Siklon Tropis 96S dalam 24 jam ke depan adalah:
- Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat diprediksi terjadi di:
- Pesisir barat Bengkulu
- Lampung
-
Banten
-
Gelombang Laut Tinggi (2.5 – 4.0 m / Rough Sea) berpotensi terjadi di:
- Perairan barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Lampung
- Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah
Masyarakat dan operator kapal di wilayah yang terdampak, termasuk Sulawesi Utara, diimbau untuk selalu waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG demi keselamatan.