Perhatian Serius Erick Thohir terhadap Aksi Bullying di Sepak Bola Indonesia
Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, memberikan perhatian khusus terhadap isu bullying yang terjadi dalam dunia sepak bola Indonesia. Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (24/10/2025) di kompleks GBK, Jakarta, ia menyampaikan kekhawatiran tentang tindakan diskriminasi dan ancaman yang dialami oleh para pemain maupun pelatih.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Minta Media Menjadi Bagian dari Solusi
Erick Thohir mengingatkan media untuk tidak menjadi bagian dari masalah, tetapi justru membantu membangun lingkungan sepak bola yang sehat. Ia menegaskan bahwa penggunaan media harus dilakukan dengan tanggung jawab, terutama dalam menyikapi kritik terhadap pemain.
"Saya juga berharap teman-teman media harus menjadi bagian membangun sepak bola kita. Saya minta tolong banget masalah bullying yang berlebihan kepada pemain. Kita harus sayang aset kita," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kritik yang konstruktif diperbolehkan, tetapi tindakan diskriminasi tidak bisa diterima. "Tidak gampang kita punya pemain seperti Ridho, Marselino. Kita punya juga beberapa pemain di U23, U20, kayanya U17 bisa generasi emas lagi."
Perlindungan untuk Timnas U17
Selain itu, Erick Thohir juga melindungi para pemain Timnas U17 Indonesia yang akan tampil di Piala Dunia U17 2025. Ia khawatir kondisi psikis para pemain akan terganggu akibat aksi negatif dari luar.
"Kita harus jaga karena mereka juga jangan sampai gagal pada konteks pengembangan diri mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta pelatih Timnas U17, Nova Arianto, agar para pemain tidak menggunakan media sosial sementara waktu. "Jadi Coach Nova sama saya, sama sekjen, sama director, saya bilang pemain U17 stop sosmed dulu, kasian, belum tentu sekuat kita."
Kesulitan Mencari Pelatih Akibat Bullying
Erick Thohir juga menyampaikan bahwa aksi bullying dan diskriminasi membuat PSSI kesulitan mencari pelatih baru. Ia menilai bahwa tindakan tersebut telah menciptakan persepsi negatif di industri sepak bola internasional.
"Kalau ditanya, apakah kami sudah mengontak calon pelatih? Ya belum, sekarang kami lagi menjaga persepsi di industri sepakbola dunia bahwa kita bukan bangsa yang tercerminkan hari ini dengan beberapa diskriminasi dan ancaman-ancaman," katanya.
Sebagai contoh, kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 membuat Patrick Kluivert menjadi bulan-bulanan netizen. Bahkan, banyak sentimen negatif datang dari pendukung pelatih sebelumnya.
"Itu yang kita lakukan hari ini, benar-benar dalam posisi prihatin dan tidak mudah untuk meyakinkan banyak orang," sambungnya.
Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Erick Thohir menyadari bahwa kesempatan mendapatkan generasi emas sangat langka. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan para pemain merasa nyaman dan didukung dalam berkembang.
"Saya menolak tegas yang namanya diskriminasi. Saya minta tolong banget masalah bullying yang berlebihan kepada pemain. Kita harus sayang aset kita," tegasnya.
Dengan langkah-langkah yang diambil, Erick Thohir berharap dapat menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih sehat dan mendorong perkembangan pemain muda Indonesia.