
Bupati Bone Bolango Memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Alun-alun Kabila, pada Senin (10/11/2025). Acara ini dihadiri oleh para aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan pelajar yang mulai berlangsung pukul 07.30 Wita.
Tampak Bupati Ismet didampingi Wakil Bupati (Wabup) Risman Tolingguhu serta Forkopimda Kabupaten Bone Bolango. Para peserta mengikuti upacara dengan khidmat dari awal hingga akhir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setelah upacara selesai, rombongan bupati dan forkopimda melanjutkan kunjungan ke Makam Pahlawan Nani Wartabone di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango.
Dalam sambutannya, Ismet menyampaikan pesan kuat tentang arti perjuangan dan semangat pengorbanan para pahlawan bagi generasi masa kini. Ia menekankan bahwa perjuangan para pahlawan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yakni generasi hari ini.
“Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya, melainkan untuk kita semua yang berdiri di sini hari ini,” ujar Ismet saat upacara Hari Pahlawan.
Menurut Ismet, Indonesia merdeka bukan karena hadiah yang diberikan melainkan hasil dari perjuangan, tumpah darah para pejuang. "Kemerdekaan yang diraih Indonesia bukan hadiah, melainkan hasil dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pejuang," tambahnya.
Ismet menegaskan ada tiga nilai utama yang bisa diteladani dari para pahlawan bangsa:
- Kesabaran – baik dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, maupun menunggu momentum perjuangan. Dari kesabaran itu, kata dia, lahir kemenangan yang abadi.
- Semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya – setelah meraih kemerdekaan, para pahlawan tidak berebut jabatan atau meminta balasan, melainkan kembali ke rakyat untuk membangun dan mengabdi. “Di situlah letak kehormatan sejati. Bukan pada posisi yang dimiliki, tapi pada manfaat yang ditinggalkan.”
- Pandangan jauh ke depan – para pahlawan berjuang demi generasi mendatang dan menjadikan perjuangan itu sebagai bagian dari ibadah. “Darah dan air mata mereka adalah doa yang tidak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.”
Ia mengajak seluruh masyarakat Bone Bolango untuk meneladani semangat itu dalam konteks masa kini. Perjuangan saat ini, kata dia, bukan lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Lebih lanjut, Ismet juga menyebut semangat kemerdekaan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat dan berdaya.
“Hari ini kita bersyukur dan berjanji, kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” ucap Ismet.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus menjaga persatuan dan semangat perjuangan bangsa. “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita untuk berbuat yang terbaik bagi daerah dan bangsa,” pungkasnya.