Peringati HSN, Gus Rozin: Santri Wajib Tunjukkan Prestasi di Luar Keagamaan

admin.aiotrade 22 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Peringati HSN, Gus Rozin: Santri Wajib Tunjukkan Prestasi di Luar Keagamaan


SEMARANG – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar Rozin atau lebih dikenal sebagai Gus Rozin, mengajak para santri untuk menunjukkan prestasi mereka di berbagai bidang yang tidak hanya terbatas pada keagamaan. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks peringatan Hari Santri Nasional 2025.

"Santri sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan santri 20 hingga 30 tahun lalu. Mereka kini memiliki banyak kesempatan dan pengalaman di berbagai bidang. Banyak dari mereka menjadi pengusaha, teknologi, maupun pemenang lomba robotik. Namun, masyarakat masih melihat santri hanya sebagai orang yang berdoa, ibadah, dan istighosah," ujar Gus Rozin setelah menghadiri acara "Istighosah dan Doa Bersama PWNU Jawa Tengah" di Kantor PWNU Jateng dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, Rabu (22/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, pondok pesantren juga perlu aktif dalam mempublikasikan prestasi yang diraih oleh santrinya. Hal ini penting agar masyarakat menyadari bahwa pesantren tidak hanya fokus pada bidang keagamaan, tetapi juga telah berkembang dan masuk ke berbagai wilayah lainnya.

Gus Rozin menilai tantangan yang dihadapi santri saat ini cukup besar, terlebih dengan beberapa isu yang muncul belakangan ini terkait pondok pesantren. Ia berharap para santri dapat menjawab tantangan tersebut melalui prestasi-prestasi yang mereka raih.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, PBNU sedang berupaya memperbanyak jumlah guru bahasa asing di ponpes, terutama selain bahasa Arab. "Para pendahulu kita dulu sudah mahir berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Kini kita tambahkan bahasa-bahasa baru yang akan menjadi peradaban dunia, seperti bahasa Mandarin," ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan pengembangan yang terus-menerus dilakukan oleh ponpes. Selain itu, manajemen ponpes juga perlu diperbaiki agar lebih efisien dan efektif.

Gus Rozin menjelaskan bahwa PBNU memiliki lembaga bernama Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Lembaga ini bertugas untuk mengembangkan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. "Di sana, semua hal dibahas melalui asosiasi, termasuk bagaimana pesantren mengenali, memahami, dan membedakan antara kekerasan, bullying, dan berbagai masalah serupa," katanya.

Ia juga mendorong adanya pelatihan bagi para musyrif dan pembimbing di pesantren, agar mereka bisa melakukan pencegahan terhadap bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan, terutama di pesantren.

Acara Istighosah dan Doa Bersama PWNU Jawa Tengah dalam rangka peringatan Hari Santri 2025 dihadiri oleh ratusan santri dari berbagai ponpes di Jawa Tengah. Tema utama dari peringatan ini adalah "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia".

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan