
Tim Sepak Takraw UHO Kendari Raih Medali Perunggu di Pomnas 2025
Tim sepak takraw dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVII yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Dua anggota tim ini, La Ode Ilam Syahril dan Ahmad Amal, berbagi pengalaman mereka melalui program podcast Tribun Corner yang tayang di channel YouTube aiotrade.
Keduanya menceritakan bagaimana proses latihan intensif selama dua bulan menjadi kunci kesuksesan mereka. Ilam, yang merupakan mahasiswa jurusan Penjaskes Angkatan 2021, menjelaskan bahwa latihan fisik seperti joging 10 kilometer di area kampus UHO dilakukan secara konsisten. Ia menegaskan bahwa latihan tersebut sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh selama pertandingan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Amal, yang juga mahasiswa Ilmu Keolahragaan, menambahkan bahwa mereka bertanding selama enam hari berturut-turut dalam Pomnas 2025. Ia mengakui bahwa pertandingan terberat adalah saat semifinal dan perempat final melawan tim tuan rumah. Namun, dengan persiapan yang matang, mereka mampu menjaga kondisi fisik dan mencapai hasil yang memuaskan.
Apresiasi dari Kampus UHO
Keberhasilan Ilam dan Amal dalam Pomnas 2025 mendapat apresiasi dari pihak kampus UHO Kendari. Mereka diberikan bonus serta kemudahan dalam urusan akademik. Hal ini menunjukkan dukungan penuh dari kampus terhadap prestasi atlet-atletnya.
Ilam dan Amal bukanlah pemain baru dalam kancah nasional. Mereka sudah sering mewakili UHO Kendari dalam berbagai ajang olahraga. Pada Pomnas 2024 lalu, keduanya juga berhasil meraih medali perunggu. Tahun 2025 menjadi momen terakhir bagi mereka sebagai atlet mahasiswa. Mereka berpesan kepada generasi berikutnya untuk terus berlatih dan menjaga nama baik UHO Kendari.
Dampak Olahraga Takraw pada Kehidupan
Selain prestasi olahraga, Ilam dan Amal juga menceritakan bagaimana olahraga takraw memberikan dampak positif pada kehidupan mereka. Sebagai perantau di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Ilam mengaku bisa mandiri secara ekonomi. Ia bahkan mampu membeli barang kebutuhan sendiri.
Awalnya, Ilam hanya coba-coba dalam olahraga takraw. Ia lebih menyukai sepak bola saat masih duduk di kelas satu SMA. Namun, seiring waktu, ia beralih ke olahraga takraw dan kini menganggapnya sebagai bagian penting dalam hidupnya.
Masa Depan Atlet
Meskipun Pomnas XVII menjadi ajang terakhir mereka di level mahasiswa, Ilam dan Amal tetap berkomitmen untuk melanjutkan karir sebagai atlet. Mereka berharap generasi atlet Sultra berikutnya tidak pernah lelah berproses, lebih giat, dan konsisten dalam latihan.
Pengalaman dan Inspirasi
Kisah Ilam dan Amal menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dedikasi dan kerja keras, mereka telah membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi jalan menuju sukses.