Perjalanan Ustadz Muhammad Syafiq SHI MH dalam Menyebar Ilmu di Pegunungan Meratus

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Perjalanan Ustadz Muhammad Syafiq SHI MH dalam Menyebar Ilmu di Pegunungan Meratus
Perjalanan Ustadz Muhammad Syafiq SHI MH dalam Menyebar Ilmu di Pegunungan Meratus

Profil Ustadz Muhammad Syafiq SHI MH: Seorang Dai yang Berdakwah di Kampus dan Masyarakat

Ustadz muda Muhammad Syafiq SHI MH adalah seorang dai yang menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Ia menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Syariah IAI Darussalam Martapura Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama serta Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) IAI Darussalam Martapura. Dengan latar belakang pendidikan dari pesantren hingga S3, ia telah membuktikan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga di kampus dan masyarakat.

Pendidikan dan Perjalanan Karier

Pria yang lahir di Martapura, Kalimantan Selatan, ini telah menempuh pendidikan selama kurang lebih 12 tahun di berbagai pesantren seperti Hidayatullah, Darussalam, Muro’atul Lughoh dan madrasah Qira’ah wa Tahqiq. Setelah itu, ia melanjutkan studi S1 di STAI Darussalam Martapura, S2 di UIN Antasari Banjarmasin pada Prodi Hukum Keluarga Islam, dan saat ini sedang menempuh S3 di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Inspirasi dalam Berdakwah

Inspirasi utama Ustadz Syafiq dalam berdakwah berasal dari tokoh-tokoh besar seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Guru Sekumpul. Ia terinspirasi oleh perjalanan Syekh Arsyad Al-Banjari yang merantau ke Makkah selama 20 tahun dan menghasilkan kitab Sabilal Muhtadin. Pengalaman pribadi, seperti melihat tingginya angka perceraian dan konflik keluarga Muslim, membuatnya ingin mendalami Hukum Keluarga Islam hingga level doktoral.

Pengalaman Berdakwah di Daerah Terpencil

Ustadz Syafiq pernah mengajar di desa-desa terpencil seperti Paramasan-Banjar, Loksado-Hulu Sungai Selatan, Karang Intan, Aranio, dan Tanahlaut. Di sana, ia bertemu dengan keluarga mualaf Suku Dayak Meratus yang sangat antusias belajar thaharah, salat, dan puasa. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa ilmu harus turun ke akar rumput.

Nilai-Nilai yang Diajarkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai pengajar dan Ketua LKBH, Ustadz Syafiq menekankan empat nilai utama:

  • Takhassus (Spesialisasi Mendalam): Ia mengajarkan mahasiswa untuk menjadi sumur yang dalam, bukan genangan dangkal. Ia sendiri menempuh pendidikan dari S1 hingga S3 dalam satu bidang.
  • Adab kepada Guru dan Ilmu: Ia menciptakan atmosfer penghormatan timbal balik dalam perkuliahan. Mahasiswa diajarkan untuk tidak meremehkan kemampuan teman dan tetap sabar dalam menjawab pertanyaan.
  • Integritas Akademik dan Spiritual: Ia menekankan kejujuran intelektual dalam riset dan konsistensi antara yang diajarkan dengan yang diamalkan.
  • Kepedulian Sosial Konkret: Melalui LKBH, ia memberikan konsultasi hukum keluarga gratis dan membantu menyelesaikan konflik warisan.

Pendekatan dalam Menanamkan Nilai-Nilai

Penanaman nilai-nilai tersebut dilakukan melalui tiga pendekatan:

  • Keteladanan Personal (Uswah Hasanah): Ustadz Syafiq tidak pernah memerintahkan mahasiswa untuk rajin membaca jika dirinya sendiri tidak melakukannya.
  • Pembelajaran Partisipatif dan Kontekstual: Ia menerapkan metode learning by doing dengan menggunakan kasus nyata dan sistem peer teaching.
  • Program Pengabdian Masyarakat: Setiap semester, ia dan rekan sejawat serta mahasiswa turut mengikuti program pengabdian masyarakat di daerah terpencil.

Contoh Nyata Ajaran dan Nasihat

Ustadz Syafiq pernah berkunjung ke sebuah keluarga muallaf Suku Dayak Meratus yang memeluk Islam tahun 2018. Ia juga pernah memberikan konseling tentang hukum berbakti kepada orang tua dalam Islam dan pentingnya silaturahmi. Nasihat tersebut menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya soal mengajarkan hukum Islam, tapi juga tentang birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Motivasi Terbesar dalam Berdakwah

Motivasi terdalam Ustadz Syafiq berpijak pada hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam yang menyebutkan bahwa amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan adalah bentuk amal yang terus berlanjut meskipun manusia sudah mati. Ia juga merujuk pada QS. Al-Mujadilah ayat 11 yang menyebutkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Pandangan terhadap Perkembangan Teknologi

Ustadz Syafiq memanfaatkan teknologi untuk dakwah. Ia menggunakan Instagram untuk konten edukasi dengan bahasa sederhana namun tetap berdasarkan dalil shahih. Ia percaya bahwa teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan ilmu dan dakwah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan