
Persiapan Hotel di Yogyakarta Jelang Nataru
Menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pelaku industri perhotelan di Kota Yogyakarta menunjukkan optimisme yang tinggi. Salah satu hotel yang telah melakukan persiapan matang adalah Carani Hotel Yogyakarta. Cluster Director of Sales & Marketing, Randa Noah Bramiko, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kenyamanan tamu selama masa liburan.
Persiapan Matang untuk Momen Nataru
Salah satu hal yang dilakukan oleh Carani Hotel Yogyakarta adalah penataan dekorasi tematik di area lobi. Saat ini, area lobi sudah didekor dengan nuansa Natal dan Tahun Baru yang menarik. Selain itu, tim operasional juga telah dipersiapkan secara maksimal untuk melayani tamu. Pihak hotel juga meningkatkan sinergi dengan travel agent agar dapat memberikan layanan terbaik kepada pengunjung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Noah menyebutkan bahwa meskipun ada isu ekonomi yang sempat ramai dibicarakan, tren belanja atau spending masyarakat untuk sektor pariwisata masih positif. Ia memproyeksikan tingkat keterisian kamar atau okupansi bisa mencapai angka yang sangat baik menjelang akhir tahun 2025.
Target Okupansi yang Tinggi
Untuk tahun ini, Carani Hotel Yogyakarta tetap optimis dalam meraih target okupansi. Dari pengamatan makro, kebiasaan masyarakat untuk berbelanja di sektor pariwisata masih terlihat stabil. Biasanya, pada akhir tahun, target okupansi yang ingin dicapai adalah sebesar 90 persen.
Corporate Gathering sebagai Momentum Kolaborasi
Guna memuluskan target tersebut sekaligus menyongsong tahun 2026, Carani Hotel Yogyakarta melangsungkan 'Corporate Gathering' jelang momen Nataru. Agenda ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus pemberian apresiasi kepada travel agent dan mitra korporasi yang telah memberikan kontribusi besar sepanjang tahun ini.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengapresiasi para mitra. Oleh karena itu, ada momen reward bagi mereka yang memiliki produksi cukup besar. Harapan dari acara ini adalah kolaborasi di tahun 2026 bisa semakin baik, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu di Yogyakarta.
Dalam acara yang berlangsung hangat tersebut, para mitra juga diajak berkeliling melihat fasilitas hotel (hospitality tour) dan berdiskusi mengenai peluang kolaborasi di masa depan.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
Menatap tahun 2026, Noah mengakui adanya tantangan tersendiri, terutama terkait kebijakan penghematan anggaran di pusat yang mungkin berdampak pada pasar korporasi/pemerintah (MICE). Meski begitu, ia melihat adanya peluang lain, yaitu memaksimalkan pasar Malaysia dan pasar lainnya.
Terlebih, ia menekankan bahwa daya tarik utama Yogyakarta dengan statusnya sebagai Kota Budaya dan pusat kuliner masih teramat kuat. Oleh sebab itu, upaya kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya akan menjadi fokus utama mereka ke depan, untuk menghadirkan sebuah daya tarik.
Rencana Festival Budaya di Tahun 2026
Noah menyampaikan bahwa tahun depan, Carani Hotel Yogyakarta berencana membuat Festival Budaya di sini. Ia akan mengundang teman-teman lintas seni, karena Yogyakarta adalah Kota Budaya, dan hal ini akan terus diberikan eksposur.