
Komwasjak Berupaya Meningkatkan Literasi Pajak di Kota Malang
Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) melakukan kunjungan ke daerah di Kota Malang untuk mengumpulkan aspirasi dan memperkuat literasi pajak. Kegiatan ini dilakukan pada 22–23 Oktober 2025 dengan fokus utama pada penghimpunan aspirasi perpajakan, termasuk pajak, kepabeanan, dan cukai, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang sistem perpajakan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat dua agenda utama. Pertama, forum "Komwasjak Mendengar" yang diselenggarakan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang pada Rabu (22/10/2025). Kedua, kunjungan kerja ke pabrik rokok Ganesha Putera Perkasa pada Kamis (23/10/2025).
Forum "Komwasjak Mendengar" Diikuti oleh Berbagai Pihak
Dalam forum "Komwasjak Mendengar", Komwasjak berdialog dengan berbagai pihak seperti akademisi, tax center, asosiasi, pelaku usaha, dan media lokal. Tujuan dari dialog ini adalah untuk membangun komunikasi dua arah antara Komwasjak dan para pemangku kepentingan terkait.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam sesi pemaparan adalah Piagam Wajib Pajak (taxpayers’ charter). Piagam ini mencakup 8 Hak Dasar dan 8 Kewajiban Dasar Wajib Pajak. Piagam ini diperkenalkan sebagai katalisator reformasi perpajakan yang inklusif, yang bertujuan untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban wajib pajak, memperjelas standar pelayanan, serta mendorong akuntabilitas otoritas pajak.
Piagam ini juga diharapkan menjadi dasar bagi pembentukan sistem pajak yang lebih adil. Diskusi lanjutan dilakukan untuk mengumpulkan aspirasi dan masukan peserta terkait kualitas layanan serta kebijakan perpajakan, termasuk isu operasional, kepastian prosedur, dan penyederhanaan layanan berbasis data dan teknologi.
Masukan akan Dianalisis untuk Rekomendasi Kebijakan
Seluruh masukan yang diperoleh dari diskusi tersebut akan dikompilasi dan dianalisis sebagai bahan rekomendasi kebijakan dan perbaikan layanan kepada pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi dalam sistem perpajakan.
Kunjungan ke Pabrik Rokok Ganesha Putera Perkasa
Pada hari berikutnya, Komwasjak melakukan kunjungan ke pabrik rokok Ganesha Putera Perkasa. Fokus pembahasan dalam kunjungan ini adalah isu-isu di sektor hasil tembakau, seperti rokok ilegal, struktur tarif cukai, serta dampaknya terhadap keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja.
Dari dialog tersebut, Komwasjak menekankan pentingnya keseimbangan antara kepastian berusaha dan tujuan pengendalian konsumsi. Komwasjak juga akan terus mendorong Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk memperkuat penegakan hukum terhadap rokok ilegal agar pengendalian konsumsi dapat berjalan efektif, sekaligus melindungi pelaku usaha yang patuh.
Komitmen Komwasjak untuk Reformasi Pajak yang Lebih Baik
Rangkaian kegiatan di Kota Malang menunjukkan komitmen Komwasjak untuk hadir, mendengar, dan mengawal perbaikan berkelanjutan dalam sistem perpajakan. Komwasjak akan merangkum seluruh temuan dan rekomendasi dari dialog publik serta kunjungan lapangan ini, lalu menyampaikannya kepada Menteri Keuangan sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan dorongan reformasi pelayanan yang semakin transparan, adil, dan inklusif.
Komwasjak mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung dan mengawal reformasi perpajakan agar hasilnya makin optimal bagi kesejahteraan rakyat.