Permintaan Ayam Naik Jelang Nataru, Saham Peternakan Kembali Diperhatikan

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Permintaan Ayam Naik Jelang Nataru, Saham Peternakan Kembali Diperhatikan

Momentum Nataru 2025 Membuka Peluang Kenaikan Saham Sektor Unggas

Di tengah momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, saham-saham sektor unggas seperti JPFA, CPIN, AMIN, dan AYAM berpotensi menguat. Momentum musiman ini dinilai memiliki potensi untuk mendorong kinerja emiten unggas pada kuartal IV serta meningkatkan minat pasar terhadap saham sektor ini. Permintaan dari masyarakat yang meningkat selama periode liburan menjadi salah satu faktor pendorong utama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai bahwa peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga pada akhir tahun berpeluang mendorong lonjakan permintaan daging ayam dan telur. Hal ini menjadi sentimen positif bagi kinerja emiten unggas. Menurutnya, sektor unggas termasuk dalam kategori non-siklikal defensif karena permintaannya relatif stabil bahkan cenderung meningkat pada periode musiman seperti Nataru, terlepas dari fluktuasi ekonomi makro.

Fundamental Industri Unggas yang Lebih Solid

Hendra melihat bahwa momentum Nataru tahun ini hadir ketika fundamental industri unggas sedang dalam kondisi yang lebih solid. Stabilitas harga pakan, perbaikan manajemen pasokan ayam hidup, serta tren konsumsi domestik yang tetap kuat menjadi faktor pendukung utama. Dengan kondisi tersebut, emiten dengan skala usaha besar dan jaringan distribusi luas memiliki peluang lebih besar untuk mengonversi kenaikan volume penjualan menjadi perbaikan kinerja keuangan.

Dalam hal ini, dua emiten unggas yang paling menarik dicermati adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). Kedua saham tersebut memiliki likuiditas perdagangan yang baik, sehingga lebih mudah diakses oleh investor institusi maupun ritel, sekaligus didukung oleh perbaikan fundamental yang berkelanjutan.

Rekomendasi Investasi untuk Saham CPIN dan JPFA

Menurut Hendra, CPIN diuntungkan oleh model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir yang memberikan stabilitas margin dan daya tahan kinerja ketika permintaan meningkat. Dengan ekspektasi penjualan yang tetap solid selama periode Nataru 2025/2026, CPIN dinilai berpeluang mencatatkan kinerja yang lebih stabil. Ia merekomendasikan strategi speculative buy dengan target harga Rp5.000.

Sementara itu, JPFA dinilai memiliki potensi kenaikan yang lebih agresif seiring siklus kenaikan harga ayam. Fokus perusahaan pada pengembangan produk konsumen serta konsistensi dalam efisiensi biaya mulai memberikan dampak positif terhadap struktur laba. Hendra memprediksi bahwa ketika harga ayam hidup meningkat, JPFA akan menjadi salah satu emiten yang memperoleh manfaat paling besar karena leverage operasional yang tinggi. Untuk strategi jangka pendek hingga menengah, ia merekomendasikan speculative buy dengan target Rp3.000.

Potensi Saham MAIN untuk Investor Agresif

Selain CPIN dan JPFA, emiten unggas lain seperti PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) juga dinilai patut diperhatikan investor. Sebagai emiten yang lebih sensitif terhadap pergerakan siklus harga ayam, MAIN berpotensi mendapatkan dorongan kinerja ketika permintaan meningkat pada momentum Nataru. Meski volatilitasnya relatif lebih tinggi, saham ini dinilai menarik bagi investor berprofil agresif. Hendra merekomendasikan speculative buy dengan target Rp910.

Perspektif dari Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia

Sejalan dengan pandangan Hendra, Abdul Azis Setyo Wibowo dari Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai bahwa saham-saham unggas masih berpotensi mendapat dorongan dari momen libur Nataru dan Ramadhan pada tahun depan. Menurutnya, katalis musiman tersebut dapat meningkatkan permintaan dan berdampak positif terhadap kinerja emiten.

Selain itu, Kiwoom Sekuritas juga melihat penetrasi program makan bergizi gratis (MBG) yang terus meningkat berpotensi mendorong kinerja sektor unggas, seiring peluang kenaikan average selling price (ASP). Saat ini, Azis merekomendasikan buy untuk JPFA dengan target harga Rp3.110.

Kesimpulan: Saham Unggas sebagai Pilihan Strategis

Dengan karakter sektor yang defensif namun tetap memiliki ruang pertumbuhan, saham-saham poultry dapat menjadi pilihan strategis untuk memanfaatkan sentimen akhir tahun, khususnya bagi investor yang mencari kombinasi antara stabilitas dan peluang kenaikan harga saham. Namun, seperti biasanya, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan