
Keluarga Almarhum Prada Lucky Berharap Sidang Militer Berjalan Adil
Rasa haru dan duka masih menyelimuti keluarga almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Setelah berbulan-bulan menunggu kejelasan, akhirnya keluarga menerima kabar bahwa kasus kematian putranya akan segera disidangkan di Pengadilan Militer Kupang. Sidang perdana akan digelar pada Senin, 27 Oktober 2025.
Pada Kamis sore (23/10/2025), Sepriana Paulina Mirpey atau yang akrab disapa Epi, ibu kandung Prada Lucky, menyampaikan perasaannya setelah menerima surat pemberitahuan sidang. Ia mengaku bersyukur karena kasus kematian putranya akhirnya mulai diproses di pengadilan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya baru saja menerima surat pemberitahuan untuk sidang Lucky pada hari Senin depan. Tolong sampaikan kepada teman-teman pers untuk hadir dan meliput persidangan ini sehingga prosesnya berjalan transparan dan adil,” ujar Epi.
Epi berharap majelis hakim Pengadilan Militer Kupang dapat bersikap adil dan berpihak pada kebenaran. Ia menegaskan, keluarga tidak menuntut lebih dari keadilan yang seutuhnya bagi almarhum anaknya.
“Saya minta hakim bisa transparan dan berpihak pada keadilan,” tambahnya.
Menurut Epi, sebanyak 22 terdakwa akan menjalani proses hukum atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Lucky. Ia menegaskan bahwa seluruh pelaku harus diberi hukuman maksimal dan dipecat dari dinas militer.
“Seluruh tersangka, pelaku yang menganiaya anak saya Lucky, semua yang terlibat harus diberi hukuman maksimal dan dipecat. Mereka harus dipecat, semuanya yang terlibat,” tegasnya.
Epi juga menyoroti pentingnya transparansi dalam persidangan. Ia berharap pihak pengadilan tidak menutup-nutupi jalannya sidang dan membuka akses bagi media untuk meliput prosesnya.
“Dari provost tadi menyampaikan bahwa sidang itu terbuka untuk publik, orangtua, pers, dan masyarakat bisa mengikuti persidangannya. Pengadilan juga akan menaruh layar di luar dan speaker sehingga yang tidak bisa masuk ke ruang sidang karena penuh, mereka bisa mengikuti dari luar,” jelas Epi.
Dalam kesempatan yang sama, Epi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral dan doa bagi keluarganya selama proses panjang ini.
“Saya terus berdoa agar Tuhan melindungi kami sekeluarga, menguatkan kami, dan juga memberikan ganjaran setimpal kepada para pelaku,” ungkapnya penuh haru.
Tak lupa, Epi menyampaikan pesan khusus kepada para terdakwa agar berbicara jujur dan mengakui segala perbuatan mereka selama persidangan nanti.
“Jangan ada yang kalian sembunyikan. Karena Tuhan melihat setiap perbuatan kalian. Karma akan mengikuti kalian ke mana pun kalian pergi,” tuturnya.
Sidang perdana kasus kematian Prada Lucky Namo diharapkan menjadi awal dari terungkapnya kebenaran dan tegaknya keadilan bagi sang prajurit muda yang kehilangan nyawanya di tengah pengabdian.