Permintaan Maaf Bahlil untuk Pembuat Meme

admin.aiotrade 25 Okt 2025 4 menit 12x dilihat
Permintaan Maaf Bahlil untuk Pembuat Meme

Respons Ketua Umum Partai Golkar terhadap Konten Meme yang Menghina

Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya memberikan pernyataan terkait laporan dari dua organisasi sayap partai, yaitu Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Laporan tersebut dilakukan karena adanya konten meme yang dianggap mengandung hinaan terhadap dirinya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bahlil menegaskan bahwa ia meminta para kadernya untuk tidak melanjutkan proses pelaporan terhadap akun media sosial yang membuat meme mengenai dirinya. Ia menyampaikan bahwa telah memanggil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, untuk memberi arahan kepada kader-kader tersebut.

"Saya nanti kasih tahu sama Sekjen. Sekjen kemarin sudah, tadi pagi saya panggil ya. Sekjen coba panggil itu adik-adik kita. Ya pastilah mereka juga kan manusia ya. Jadi, ya itu, pasti ada rasa spontanitas ya. Kemanusiaan saja sebenarnya. Tapi, nanti saya akan minta, sudah setop," kata Bahlil dalam wawancara di Istana, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Permintaan Maaf dan Pengampunan

Bahlil menyebut bahwa sebagian akun media sosial yang dilaporkan ke polisi sudah meminta maaf. Ia pun mengaku telah memaafkan pembuat dan penyebar meme yang menghina dirinya. Menurut Bahlil, Allah SWT pasti memaafkan umat yang meminta ampun, sehingga ia merasa tidak pantas melampaui kehendak Ilahi.

"Jadi insya Allah saya akan memanggil adik-adik saya itu. Sayap organisasi untuk, sudah. Kalau yang sudah minta maaf, sudah maafkan. Jangan kita memperpanjang lagi. Tapi, jangan lagi. Ya kita memberikan didikan yang baiklah untuk rakyat bangsa negara," imbuh dia.

Bahlil menjelaskan bahwa kritik terkait kebijakan yang dikeluarkannya adalah hal biasa. Namun, ia tidak memungkiri bahwa beberapa meme sering kali mengarah ke ranah pribadi dan mengandung unsur rasisme.

"Saya pikir kalau ada yang meme-meme apa, sudahlah saya maafkan, lah. Enggak apa-apa kok. Sebenarnya kalau kritisi kebijakan itu enggak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasial, itu menurut saya nggak bagus, lah," ujarnya.

Pengalaman Hinaan Sejak Kecil

Bahlil mengungkapkan bahwa ia sudah terbiasa dihina sejak kecil. Hinaan tersebut sering didapatkan karena ia hanya anak kampung dan bukan anak seorang pejabat. Ia mengatakan bahwa orang tuanya bekerja sebagai buruh cuci dan buruh bangunan.

"Karena saya kan bukan anak pejabat, saya kan anak orang dari kampung. Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil. Jadi menurut saya itu enggak apa-apa, lah," tambah Bahlil.

Penolakan Terhadap Intervensi Politik

Di sisi lain, Bahlil tidak ingin meme-meme tersebut dijadikan alat untuk memobilisasi massa guna mengintervensi kebijakan pemerintah. Ia menegaskan akan tetap bekerja membantu presiden mewujudkan kedaulatan energi dalam negeri.

Sebagai menteri, Bahlil menyatakan akan bekerja sesuai arahan presiden untuk menjaga marwah negara dan memenuhi target kinerja pemerintah.

"Saya sering mengatakan, dengan segala hormat, jangankan sejengkal, jangankan selangkah, sejengkal pun saya nggak akan pernah mundur," ucap Bahlil.

Pesan untuk Pembuat Meme

Bahlil memberikan pesan kepada para pembuat meme di media sosial. Dalam negara demokrasi, masyarakat harus memahami standar etika demokrasi yang berlaku saat menyampaikan pendapat.

"Kalau sudah ke hal yang nggak mendidik, mbok saran saya, demokrasi sih demokrasi. Tapi kita harus juga tahu standar etika demokrasi kita," ujar Bahlil.

Ia menekankan bahwa hinaan tidak boleh ditujukan kepada penampilan atau ras seseorang. Apalagi Indonesia memiliki beragam ras dan budaya yang berbeda-beda di setiap wilayah.

"Apa urusannya dengan pribadi masing-masing? Karena saya kulit, kulit saya hitam, mungkin tubuh saya yang tidak terlalu tinggi, terus apakah enggak boleh gitu, loh?" ujarnya.

Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tanpa Aceh, NTT, Kalimantan, hingga Papua artinya bukanlah Indonesia. Ia ingin Indonesia menjadi rumah bersama untuk satu bangsa sehingga hinaan terhadap penampilan seseorang tidak dapat dibenarkan.

"Belum tentu orang ganteng itu cerdas pikirannya. Belum tentu orang yang tidak sempurna tubuhnya itu jelek pikirannya. Yang bisa membedakan kemuliaan orang, manusia di muka bumi, hanyalah dia dengan Tuhan. Kita enggak boleh menilai, melebihi batas kemampuan kita," jelas Bahlil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan