
TANGERANG, aiotrade
Pasar properti komersial dalam bentuk rumah toko (ruko) di kawasan berkembang seperti Gading Serpong terus menunjukkan daya tahan tinggi, bahkan di segmen harga premium.
Data penjualan terbaru dari Paramount Land mengonfirmasi tingginya permintaan terhadap konsep Studio Loft, dengan salah satu produknya, Grand Boulevard Aniva Studio Loft, mencatat status terjual habis dalam lima tahap dan mencapai status kelebihan pemesanan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Penjualan ruko komersial yang maksimal di Gading Serpong, didasarkan pada strategi yang berfokus pada pembangunan ekosistem regional sebelum penjualan unit ritel dibuka.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, menjelaskan, pertumbuhan permintaan bermula dari kawasan Maggiore sebagai cikal-bakal destinasi kuliner favorit masyarakat.
Kawasan komersial Gading Serpong kini dikenal sebagai pusat kuliner skala regional, dengan ciri khas Chinatown atau pecinan modern. Daya tarik ini tidak hanya menjangkau penghuni Gading Serpong, tetapi juga masyarakat Jabodetabek.
Puncak market confidence ditunjukkan oleh Maggiore Fresh Market yang terjual habis dengan status lima kali kelebihan pemesanan pada akhir Oktober 2025. Di kawasan terbaru, Pasadena Central District, pengembang mengamankan penyewa besar seperti Zenbu Group (Zenbu, Bermuda, Heiroku Sushi) dan Kanma Group (Kopi Nako).
"Kehadiran anchor tenant ini meminimalkan risiko kegagalan bisnis bagi pemilik ruko ritel dan menjamin traffic pengunjung yang stabil," ujar Dave, dikutip aiotrade, Sabtu (8/11/2025).
Konsep Efisien dan Hybrid
Produk yang ditawarkan, baik Pasadena Square North Studio Loft maupun Grand Boulevard Aniva Studio Loft, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bisnis modern yang efisien. Kedua produk menawarkan desain Studio Loft tiga lantai yang memungkinkan fleksibilitas penggunaan ruang, baik untuk usaha ritel/F&B di lantai bawah maupun kantor/studio di lantai atas, menjadikannya aset hybrid untuk bisnis dan workspace modern.
Pasadena Central District seluas 40 hektar didesain dengan konsep ‘10 Minutes City Living’, di mana seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dalam 10 menit.
Direktur Planning & Design Henry Napitupulu menambahkan, kawasan ini menghadap Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, terhubung dengan jalan baru Gading Serpong-BSD, dan direncanakan dilalui jalur transportasi LRT.
"Kawasan komersial dikelilingi oleh hunian Grand Pasadena Village dan Altadena Residences. Penghubung Pasadena Walk, area terbuka hijau selebar 7 meter, memastikan arus foot traffic yang stabil dari penghuni residensial ke area komersial," terang Henry.
Pengembang berfokus membangun ekosistem berkelanjutan melalui kurasi anchor tenant dan fasilitas pendukung seperti hypermarket dan electronic megastore. Hal ini menciptakan demand organik yang tinggi.
Adapun Pasadena Square North Tahap 2 tersedia 27 unit dan Grand Boulevard Aniva Studio Loft tersedia 18 unit.
Strategi Pembangunan Berkelanjutan
Pengembangan kawasan komersial di Gading Serpong tidak hanya berfokus pada penjualan ruko, tetapi juga pada pembangunan lingkungan yang ramah penghuni. Dengan adanya kawasan hunian yang berdekatan, pengembang mampu menciptakan lingkungan yang saling mendukung antara kebutuhan perniagaan dan kebutuhan tempat tinggal.
Selain itu, ketersediaan infrastruktur seperti jalan utama dan jalur transportasi LRT memberikan akses yang mudah bagi pengunjung dan penghuni. Hal ini meningkatkan nilai investasi dari ruko yang ditawarkan.
Dalam hal desain, konsep Studio Loft yang digunakan memiliki keunggulan karena memungkinkan penggunaan ruang secara optimal. Lantai bawah bisa dimanfaatkan sebagai toko atau restoran, sedangkan lantai atas bisa menjadi kantor atau studio. Dengan demikian, ruko tersebut bisa digunakan untuk berbagai jenis usaha sesuai kebutuhan pemilik.
Pengembang juga memperhatikan kebutuhan akan ruang terbuka hijau, seperti Pasadena Walk yang menyediakan area hijau selebar 7 meter. Area ini tidak hanya memberikan estetika, tetapi juga memberikan ruang untuk aktivitas sosial dan rekreasi.
Keberadaan anchor tenant seperti Zenbu Group dan Kanma Group menunjukkan bahwa kawasan ini telah menjadi tujuan utama bagi pengusaha dan pelaku bisnis. Kehadiran mereka membantu memperkuat citra kawasan dan meningkatkan minat calon pembeli.
Keseluruhan strategi yang diterapkan oleh Paramount Land menunjukkan komitmen terhadap pengembangan kawasan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi penghuni dan pemilik ruko. Dengan kombinasi desain yang inovatif, infrastruktur yang memadai, dan ekosistem yang kuat, kawasan ini menjadi pilihan yang menarik bagi para investor dan pengusaha.