
Pembalap Pengganti Marc Marquez Tampil Solid di MotoGP Portugal 2025
Nicolo Bulega, pembalap pengganti Marc Marquez di Ducati Lenovo, menunjukkan performa yang cukup mengesankan dalam balapan MotoGP Portugal 2025. Meskipun hanya finis di posisi ke-15, ia berhasil meraih satu poin dari Sirkuit Algarve, Portimao, pada Minggu (9/11/2025). Performa Bulega di atas motor Ducati Desmosedici GP25 terbilang solid, meski motor ini dikenal sebagai salah satu yang paling sulit dikendalikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bulega, yang sebelumnya menjadi runner-up Kejuaraan Superbike 2025, memberikan pernyataan yang menarik tentang kesan pertamanya mengendarai motor Ducati GP25. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan dengan motor tersebut, tetapi perbedaan utama yang ia rasakan adalah pada ban.
"Sayangnya, akhir pekan ini saya tidak berhasil menyatukan semuanya," ujarnya kepada SkySports Italia. "Awalnya saya sangat kesulitan karena masih belum percaya diri, dan kemarin saya kehilangan sedikit kepercayaan diri setelah terjatuh seperti itu."
"Hari ini saya tidak peduli dengan posisi, saya hanya ingin menyelesaikan balapan."
"Saya tidak kesulitan dengan motornya, tapi dengan ban, yang berfungsi sebaliknya dibandingkan dengan yang kami gunakan di SBK," tambahnya.
Perpindahan dari MotoGP ke Superbike Lebih Mudah
Secara terpisah, Bulega menjelaskan bahwa perpindahan dari motor MotoGP ke Superbike jauh lebih mudah daripada sebaliknya. Pernyataan ini bisa memberikan rasa tenang bagi para pembalap MotoGP yang akan menggunakan ban Pirelli pada tahun 2027.
“Bagi saya, jauh lebih mudah beralih dari motor MotoGP ke superbike, karena ban Pirelli memberikan kepercayaan diri yang jauh lebih besar,” katanya. “Jika Anda terbiasa dengan kepercayaan diri yang diberikan oleh superbike, Anda akan datang ke MotoGP dan merasa jauh lebih kurang percaya diri dengan ban Michelin.”
“Anda harus tetap tenang dan terus-menerus mengerem. Sebaliknya, Anda akan menyadari bahwa Anda bisa mengambil risiko lebih besar. Bagi saya, itu adalah perasaan yang lebih baik,” ujarnya.
Kesiapan untuk Musim Depan
Tahun depan, dua rider MotoGP yakni Miguel Oliveira dan Somkiat Chantra akan bersaing di ajang Superbike. Sementara juara WSBK tiga kali, Toprak Razgatlioglu, akan berpindah ke MotoGP.
Bulega juga berbicara tentang balapannya pada MotoGP Portugal 2025. Ia merasa kecepatan dan kepercayaan dirinya lebih baik pada paruh kedua balapan.
"Pada putaran-putaran awal, saya sangat tenang, hanya ingin memanaskan ban depan untuk memahami cara mengerem," ucap Bulega.
"Selama balapan, saya terus-menerus berkata pada diri sendiri: ‘Jangan mengerem seperti di Kejuaraan Dunia Superbike, jangan mengerem seperti pada ban Pirelli.’"
"Saya tidak bisa menerapkan gaya mengemudi alami saya dan harus selalu memikirkan cara mengendarai motor."
"Sulit untuk menjadi secepat itu, karena biasanya Anda tidak perlu berpikir banyak saat mengemudi," katanya setelah balapan.
“Beberapa lap pertama agak sulit, tetapi ketika saya mencapai Miguel dan para pembalap di depannya, saya membuat kesalahan di tikungan 5."
“Di lap terakhir, saya mencoba menyesuaikan gaya mengemudi saya dengan motor dan saya rasa saya telah belajar hal-hal yang menarik. Saya akan mencoba menerapkan hal-hal tersebut sejak awal di Valencia.”
"Lap terbaik saya adalah dua lap terakhir, saat ban sudah aus, dan itu membuat saya senang,” tegas Bulega.
“Ketika saya tetap duduk di atas motor, saya memahami banyak hal dan pada akhirnya saya bisa lebih cepat.”
"Fungsi remnya sama, tetapi pembalap lain menggunakan jari yang berbeda untuk mengerem. Itu hanya cara yang berbeda."
"Kecepatan di akhir balapan sangat bagus dalam enam atau tujuh lap terakhir. Saya sangat puas dengan paruh kedua balapan," ujar Bulega.