
Indonesia Melarang Atlet Israel Tampil di Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025
Indonesia telah mengambil langkah tegas dengan melarang atlet Israel untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Langkah ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana situasi akan berjalan jika atlet Indonesia dan Israel bertemu di ajang internasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertanyaan ini turut menjadi topik pembahasan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, saat ia memberikan pernyataan pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (24/10) sore lalu. Dalam sesi tersebut, Erick menjelaskan bahwa banyak negara juga mencoba menghindari pertemuan antara atlet dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik yang tegang.
“Banyak negara juga sedang menghindar daripada pertemuan-pertemuan seperti itu,” ujar Erick Thohir. “Nah, posisi kita juga pasti kalkulatif bila ada pertemuan (dengan atlet Israel) seperti itu kan.”
Ia menekankan pentingnya adanya visi dan misi yang sama dari berbagai pihak terkait. “PB-PB harus punya visi yang sama, misi yang sama. Terlepas kita membela mengibarkan bendera Merah Putih tetapi tentu politik dan olahraga secara keseluruhan kita harus sama road map-nya,” tambahnya.
Respons IOC Terhadap Sikap Indonesia
Pertanyaan ini muncul setelah Pemerintah Indonesia secara tegas menolak keterlibatan atlet Israel dalam ajang Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Jakarta pada 19-25 Oktober 2025 silam. Sikap tegas Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel memicu respons dari Komite Olimpiade Indonesia (IOC), Rabu (22/10/2025).
Dalam putusan tersebut, IOC menyerukan kepada federasi olahraga internasional agar tidak menyelenggarakan kegiatan apa pun di wilayah Indonesia. Selain itu, Indonesia juga dilarang melanjutkan pengajuan diri sebagai tuan rumah ajang olahraga yang diakui oleh IOC, seperti Olimpiade dan Youth Olympic Games.
Olahraga Indonesia Tak Berhenti
Namun, menurut Erick Thohir, putusan IOC tersebut bukanlah akhir bagi olahraga Indonesia. Ia menekankan bahwa surat dari IOC jangan sampai ditafsirkan secara berlebihan. “Tentu dari surat IOC tersebut jangan sampai kita multitafsir. Jangan sampai seakan-akan dunia olahraga kita berhenti total, kita tetap mendorong sesuai blueprint kita bagaimana olahraga menjadi bagian penting pembangunan karakter bangsa dan mengibarkan bendera merah putih di luar negeri,” kata Menpora Erick.
Erick menegaskan bahwa Indonesia tidak dibekukan dan masih bisa mengirim atlet ke berbagai kejuaraan. “Ini yang kita sama-sama, mohon dukungan media, jangan sampai seakan-akan kita dibekukan, tidak bisa mengirimkan atlet. Kami masih melakukan pengiriman atlet,” ujarnya.
Solusi Melalui Musyawarah
Kini, Erick menyerukan pentingnya musyawarah mufakat untuk menemukan solusi dari masalah ini. “Kita lihat juga sepertinya IOC memberikan ruang untuk kita bicara, bukan sekedar mengambil garis keras,” katanya.
Dengan langkah-langkah yang diambil, Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga martabat olahraga nasional sambil menjaga hubungan diplomatis yang baik dengan negara-negara lain. Diharapkan, solusi yang ditemukan dapat menjaga harmonisasi antara politik dan olahraga di tingkat internasional.