
Pelaku Ledakan di SMAN 72 Masih Berusia 17 Tahun
Seorang terduga pelaku peledakan di SMAN 72, Kepala Gading, Jakarta Utara diketahui masih berusia 17 tahun. Hal ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang siswa dari sekolah tersebut.
Kapolri menegaskan bahwa pihaknya akan memproses hukum terhadap pelaku, namun juga akan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi para korban. Menurutnya, jumlah korban mencapai lebih dari 50 orang. Ia menyebutkan bahwa awalnya jumlah korban sekitar 50-60 orang, namun saat ini sudah dibuatkan posko dan korban mulai bisa pulang.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dua Orang Korban Perlu Dioperasi
Dari total korban, dua orang perlu dioperasi, salah satunya adalah terduga pelaku. Saat ini belum ada laporan tentang korban meninggal dunia. Kapolri berharap para korban yang mendapat perawatan di rumah sakit dapat segera pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa pelaku sedang menjalani operasi, sementara korban lainnya hanya membutuhkan perawatan. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif dari peristiwa tersebut.
Pelaku Masih Siswa dan Gunakan Senjata Mainan
Menurut informasi sementara, pelaku masih berasal dari lingkungan sekolah SMAN 72. Kapolri menyebut bahwa pelaku merupakan seorang siswa. Selain itu, senjata yang digunakan dalam ledakan tersebut adalah senjata mainan yang dilengkapi dengan tulisan tertentu.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif dari aksi tersebut. Mereka juga sedang memperkuat identifikasi pelaku, termasuk lingkungan, tempat tinggal, dan keluarga terduga pelaku.
Isu Keluarga Anggota Polri Belum Terbukti
Ada isu yang menyebutkan bahwa orang tua terduga pelaku merupakan anggota kepolisian. Namun, sampai saat ini belum ada informasi pasti mengenai hal tersebut. Kapolri menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami isu tersebut, dan akan memberikan informasi kepada publik jika diperlukan.
Terduga Pelaku Pendiam dan Korban Bully
Beberapa siswa SMAN 72 yang datang ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Jumat malam mengungkapkan beberapa informasi mengenai terduga pelaku. Salah satu siswa, K (17), mengatakan bahwa pelaku adalah siswa kelas XII IPS yang dikenal pendiam.
Menurut K, pelaku pernah menjadi sasaran perundungan dari teman sekelasnya. Meski begitu, ia tidak tahu secara pasti apakah pelaku masih menjadi korban bully atau tidak. Selain itu, ada kabar bahwa pelaku sering menonton video gore, yaitu genre video yang menampilkan kekerasan fisik.
Ledakan Terjadi Saat Shalat Jumat
Ledakan terjadi di area SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat shalat Jumat sedang berlangsung di masjid yang berada di dalam area sekolah.
Siswa N (16) mengungkapkan bahwa ledakan terdengar saat imam shalat sedang berkhutbah. Dari pengalamannya, ada tiga dentuman yang terdengar, dengan satu di antaranya terjadi di dalam masjid. Dua dentuman lainnya terjadi di sekitar masjid.
Bau Petasan dan Asap Tebal
M (16) yang bersama R (16) saat ledakan terjadi mengatakan bahwa ia mencium bau seperti petasan dimodifikasi. Asap yang menyebar sangat tebal, dan ia merasa ledakan terjadi di tengah masjid.
Menurutnya, korban paling parah berada di bagian tengah masjid, sehingga ledakan paling besar terjadi di titik tersebut. Sampai saat ini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Sebanyak 55 korban telah dilarikan ke RS Islam Jakarta dan RS Yarsi untuk mendapatkan tindakan medis. Pihak rumah sakit sedang memberikan perawatan intensif kepada para korban.