
Arah kebijakan pemerintah terkait stabilisasi harga pangan, peningkatan upah, reformasi kesehatan, dan percepatan ekonomi digital akan menjadi kunci untuk mempertahankan daya beli rumah tangga pada tahun depan. Hal ini diungkapkan dalam Laporan Prospek Perilaku Pasar 2026 yang dirilis oleh Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (PERPI). Ketua Umum PERPI Amalia Paera menjelaskan bahwa laporan tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat melihat kondisi ekonomi, pergerakan harga, dan kebijakan publik sebagai acuan sebelum mengambil keputusan untuk konsumsi.
“Dari laporan prospek perilaku pasar 2026 terlihat bahwa konsumen semakin berfokus pada tabungan dan permintaan pinjaman menurun. Mereka lebih memprioritaskan keamanan finansial daripada pembelian berisiko tinggi. Konsumen menunjukkan ketahanan yang kuat, ditandai dengan meningkatnya literasi digital, sensitivitas terhadap harga yang lebih tinggi, serta kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan tekanan biaya hidup yang terus berkelanjutan,” ujar Amalia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Amalia menambahkan bahwa outlook keseluruhan tetap positif, namun dengan sikap hati-hati terhadap perbaikan pasar tenaga kerja. Sentimen pasar tenaga kerja stagnan dan volatil, menunjukkan adanya ketidakpastian daripada pemulihan yang jelas. Menurutnya, kesenjangan ini mencerminkan masa yang membingungkan di mana optimisme ada, tetapi belum terasa secara nyata dalam lapangan kerja.
“Perilaku keuangan juga bergeser ke arah keamanan. Nafsu menabung meningkat, permintaan pinjaman melemah, dan konsumen lebih memilih keamanan finansial daripada pembelian berisiko tinggi. Yang tidak kalah penting adalah adopsi AI yang beralih dari kesadaran ke penggunaan rutin; perilaku hybrid online-offline tetap berlanjut, dengan aktivitas online mendominasi karena kebutuhan,” jelas Amalia.
VP of Digital Economy CIMB Niaga Prima Teguh Prasojo menyampaikan bahwa transaksi digital terus meningkat seiring dengan pergeseran demografis, termasuk Generasi Y, Z, dan Alpha, serta inovasi cepat di sisi front-end.
“Penerapan QRIS semakin meluas di luar pusat-pusat perkotaan, mencapai implementasi secara nasional, yang mendukung perubahan gaya hidup di daerah pedesaan dan semi-urban serta meningkatkan inklusi keuangan,” kata Prima.
Prima menambahkan bahwa QRIS diterapkan secara luas di berbagai segmen merchant dan mendukung interoperabilitas antar bank dan dompet digital. Sementara itu, metode yang paling populer dalam proses checkout e-commerce adalah virtual account, yang digunakan oleh lebih dari 80% pembeli online. Virtual account diminati karena kemudahan dan proses rekonsiliasi yang lancar bagi merchant.