Persaingan ketat BYD dan Jaecoo di pasar mobil listrik hingga November 2025

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Persaingan ketat BYD dan Jaecoo di pasar mobil listrik hingga November 2025


aiotrade, JAKARTA — Persaingan di antara para produsen mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) semakin ketat sepanjang periode Januari–November 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales mobil listrik murni selama 11 bulan 2025 mencapai 82.525 unit. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dari capaian sepanjang 2024 sebesar 43.188 unit.

Adapun, BYD masih menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil listrik nasional, dengan capaian penjualan yang melampaui para pesaingnya. Sejumlah merek asal Tiongkok lainnya, seperti Wuling, Chery, hingga Jaecoo tercatat berada di 10 besar mobil listrik terlaris di Indonesia. Lonjakan tersebut didorong oleh semakin masifnya peluncuran merek dan model kendaraan listrik baru di pasar domestik, yang pada akhirnya memperketat persaingan di segmen EV. Beberapa pendatang baru turut meramaikan pasar, termasuk Vinfast asal Vietnam, Polytron yang dinaungi Grup Djarum, serta Jaecoo di bawah Grup Chery.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemimpin Pasar Mobil Listrik

BYD masih menempati posisi teratas sebagai merek mobil listrik terlaris di Tanah Air dengan total penjualan mencapai 40.151 unit sepanjang Januari–November 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh kontribusi model city car terbarunya, BYD Atto 1, yang mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 8.333 unit pada November.

"Dengan pengalaman lebih dari 3 dekade dan jaringan rantai pasok dari hulu ke hilir, serta riset dan pengembangan BYD yang sangat matang, membuat kami mampu menghadirkan BYD Atto 1 ke pasar Indonesia," ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao belum lama ini.

Sebagai informasi, BYD saat ini tengah membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang mencapai 150.000 unit per tahun dan ditargetkan rampung pada akhir 2025. Pabrik tersebut disiapkan untuk memproduksi sejumlah model andalan, antara lain BYD M6, Sealion 7, Atto 3, Seal, Dolphin, hingga Atto 1.

Peringkat Lainnya

Di posisi kedua, Wuling mencatatkan total penjualan sebesar 10.526 unit sepanjang 11 bulan 2025. Capaian tersebut terutama ditopang oleh kontribusi Wuling Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV yang telah dirakit secara lokal di fasilitas produksi Wuling di Cikarang, Jawa Barat.

Di posisi ketiga, sub-merek premium Grup BYD, Denza, membukukan penjualan sebanyak 7.176 unit yang seluruhnya disumbang oleh model Denza D9. Adapun, Chery berada di peringkat keempat dengan total penjualan 7.065 unit, yang ditopang oleh penjualan model Chery J6 hingga E5.

Tak ketinggalan, Vinfast asal Vietnam juga masuk 10 besar mobil listrik terlaris hingga November 2025 dengan capaian 3.118 unit. Perlu diketahui, Vinfast baru saja meresmikan pabrik mobil listriknya di Subang pada Senin (15/12/2025) dengan kapasitas tahunan 50.000 unit.

Kebijakan Pemerintah Terkait Impor Kendaraan Listrik

Sebagai catatan, pemerintah sebelumnya telah menegaskan bahwa fasilitas insentif impor kendaraan listrik murni dalam bentuk completely built up (CBU) akan berakhir pada 31 Desember 2025. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 juncto Nomor 1 Tahun 2024, yang mengatur bahwa fasilitas impor dan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) hanya berlaku hingga akhir 2025.

Memasuki periode 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen kendaraan listrik diwajibkan merealisasikan komitmen produksi lokal dengan skema 1:1 sesuai peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Kewajiban tersebut mencakup kesetaraan spesifikasi teknis, termasuk daya motor listrik dan kapasitas baterai. Apabila komitmen tersebut tidak dipenuhi, pemerintah berhak mencairkan bank garansi sebagai bentuk sanksi.

Sejumlah pabrikan yang telah memanfaatkan fasilitas impor tersebut, antara lain BYD, Geely, Vinfast, serta PT National Assembler yang menaungi merek Citroen, Aion, Maxus, dan Volkswagen (VW). Total nilai investasi yang telah dikucurkan para produsen tersebut mencapai sekitar Rp15,52 triliun, dengan kewajiban memulai produksi lokal kendaraan listrik pada 2026.

Daftar 10 Merek Mobil Listrik Terlaris Januari-November 2025

  • BYD – 40.151 unit
  • Wuling – 10.526 unit
  • Denza – 7.176 unit
  • Chery – 7.065 unit
  • Aion – 5.165 unit
  • VinFast – 3.118 unit
  • Geely – 2.342 unit
  • Hyundai – 1.622 unit
  • Morris Garage (MG) – 1.169 unit
  • Jaecoo – 653 unit

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan