Persib Kalahkan Selangor FC, Hodak Jelaskan Perbedaan Liga Malaysia dan Indonesia

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Persib Kalahkan Selangor FC, Hodak Jelaskan Perbedaan Liga Malaysia dan Indonesia


aiotrade
Persib Bandung baru saja melalui laga yang sangat menegangkan saat menghadapi salah satu klub besar Malaysia, Selangor FC, dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.

Dalam pertandingan tersebut, Persib berhasil mencatatkan kemenangan dramatis setelah sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. Laga antara Selangor FC dan Persib yang berlangsung pada Kamis (6/10/2025) di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu asal Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pelatih Persib, Bojan Hodak, memiliki pengalaman cukup lama berkarier di Liga Malaysia. Ia kemudian membagikan perbedaan antara Liga Malaysia dan kompetisi di Indonesia.

Hodak menyebutkan bahwa antusiasme suporter di Liga Indonesia lebih terasa dibandingkan Liga Malaysia. Menurutnya, di Negeri Jiran, ada satu klub dominan selama 11 tahun terakhir, yaitu Johor Darul Ta’zim (JDT).

“Perbedaannya untuk sekarang, Liga Malaysia dan Liga Indonesia, Liga Indonesia lebih terasa antusiasmenya karena di Malaysia, ada tim yang menjadi juara terus hingga 11 tahun,” ujar Hodak.

JDT, yang memiliki dana besar, mampu membeli pemain berkualitas dan meningkatkan level kompetisi mereka di AFC Champions League Elite. Sementara, tim-tim lain kesulitan untuk mengimbangi.

“Tim-tim yang lain tidak cukup terorganisasi untuk menjadi pesaing. Sementara di Indonesia itu berbeda, Anda harus menghadapi enam sampai tujuh tim yang memiliki peluang menjadi juara,” tambah mantan pelatih Kuala Lumpur City FC ini.

Liga Indonesia Lebih Kompetitif

Hodak menilai persaingan di Liga Indonesia lebih kompetitif. Seperti yang ia sebutkan sebelumnya, dalam satu musim setidaknya ada enam sampai tujuh klub yang bersaing menjadi juara.

Super League 2025-2026 menjadi contoh. Meskipun Persib mampu menjadi pemuncak klasemen di ACL 2, di kompetisi domestik mereka masih berada di peringkat empat.

Puncak Super League dihuni oleh Borneo FC Samarinda yang mencatat sembilan kemenangan beruntun. Persija Jakarta, Malut United, dan Persita Tangerang juga bersaing ketat di papan atas.

Tim-tim dari papan atas hingga papan bawah Super League bisa saling mengalahkan. Persib sendiri telah menelan dua kekalahan musim ini, yaitu dari Persita dan tim promosi Persijap Jepara.

“Jadi itu yang membuat Liga Indonesia lebih menarik dan mungkin karena itu ada lebih banyak fan yang datang ke stadion untuk memberikan dukungan di Indonesia,” kata Hodak.

Berdasarkan pengalamannya di sepak bola Malaysia, penonton biasanya hadir di stadion dalam beberapa laga penting seperti duel di semifinal dan final di ajang FA Cup.

Namun, dalam laga-laga lain yang tidak menentukan, kecenderungannya separuh tribune akan kosong.

“Di Malaysia, fan hanya hadir di laga semifinal dan final, tapi normalnya hanya beberapa penonton yang hadir, jarang stadion terisi penuh. Biasanya setiap pertandingan separuhnya itu kosong. Jadi itu perbedaan yang paling terasa saat ini,” ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan