
Tren pariwisata terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Salah satu tren yang semakin diminati adalah wisata ramah lingkungan atau berkelanjutan, yang kini mulai banyak dilakukan oleh para traveler di seluruh dunia. Tak heran, kini banyak destinasi wisata bahkan tempat publik mulai memperhatikan layanan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu contohnya adalah sebuah bandara di India yang dinobatkan sebagai bandara paling ramah lingkungan di dunia.

Bandara ini berhasil mengatasi ketergantungannya pada sumber listrik konvensional sejak 18 Agustus 2015. Kini, mereka sepenuhnya mengandalkan sistem tenaga surya raksasa seluas 45 hektare, yang dibangun di dekat kompleks kargo bandara. Dengan lebih dari 46 ribu panel surya, sistem pembangkit tenaga surya bandara ini mampu menghasilkan 12 megawatt (MWp).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sistem ini tidak hanya mampu memenuhi seluruh kebutuhan operasional bandara, seperti penerangan terminal, pendingin udara, hingga sistem navigasi penerbangan, tetapi juga memberikan pasokan listrik bagi penduduk di negara bagian Kerala. Hal ini menjadikan Cochin International Airport (CIAL) sebagai bandara pertama di dunia yang benar-benar “power-neutral” atau mandiri energi.

Atas inovasinya tersebut, Cochin International Airport dianugerahi penghargaan “Champion of the Earth” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2018. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam penerapan energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. Selama 25 tahun ke depan, inisiatif ini diperkirakan dapat mengurangi sekitar 300 ribu ton emisi karbon dioksida (CO₂), setara dengan menanam lebih dari 3 juta pohon atau mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dalam jumlah besar.

Keberhasilan CIAL kini menjadi inspirasi bagi banyak bandara di dunia, termasuk di Asia Tenggara dan Timur Tengah, untuk beralih ke energi surya dan mengintegrasikan konsep ramah lingkungan dalam operasional mereka. Langkah Cochin membuktikan bahwa infrastruktur besar seperti bandara internasional dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa mengorbankan efisiensi atau kualitas layanan penumpang.
Berikut beberapa hal yang membuat Cochin International Airport menjadi contoh nyata dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan:
-
Penggunaan tenaga surya yang maksimal
Bandara ini menggunakan sistem tenaga surya yang sangat luas, mencakup area seluas 45 hektare. Dengan lebih dari 46 ribu panel surya, sistem ini mampu menyediakan energi yang cukup untuk seluruh kebutuhan operasional bandara dan juga kebutuhan masyarakat sekitar. -
Kemandirian energi
CIAL menjadi bandara pertama di dunia yang sepenuhnya mandiri energi. Hal ini menjadikannya model yang bisa diikuti oleh bandara-bandara lain di seluruh dunia. -
Dampak lingkungan yang positif
Inisiatif ini diprediksi akan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 300 ribu ton selama 25 tahun. Angka ini setara dengan menanam lebih dari 3 juta pohon atau mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dalam jumlah besar. -
Inspirasi global
Keberhasilan CIAL telah menjadi inspirasi bagi banyak bandara di Asia Tenggara dan Timur Tengah untuk beralih ke energi terbarukan. Ini menunjukkan bahwa infrastruktur besar dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kenyamanan atau efisiensi.
Dengan inovasi yang luar biasa, Cochin International Airport tidak hanya menjadi contoh dalam pengelolaan energi, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan pariwisata yang lebih ramah lingkungan di masa depan.