
PT Pertamina (Persero) telah melakukan transaksi penjualan karbon sebanyak 37 ribu ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) kepada dua institusi perbankan, yaitu Bank Mandiri dan CIMB Niaga. Transaksi ini dilakukan dalam rangka acara konferensi internasional untuk perubahan iklim atau COP30 yang berlangsung di Belèm, Brasil.
Kredit karbon tersebut berasal dari dua proyek yang dikelola oleh Pertamina, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Sei Mangkei di Sumatera Utara dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong di Sulawesi Utara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam memperluas portofolio transaksi karbon. Sebelumnya, Pertamina telah menjual sebanyak 846 ribu ton CO2e (setara dengan US$ 3 juta) sejak September 2023.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kehadiran Pertamina di COP30 di Paviliun Indonesia bertujuan untuk memanfaatkan peluang pasar karbon. Salah satunya adalah melalui seller meet buyer, sebuah platform pertemuan antara penjual dan pembeli kredit karbon,” ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono dalam siaran pers yang dirilis Jumat (14/11).
Agung menambahkan bahwa Pertamina tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menangkap peluang di pasar karbon, salah satunya melalui penetapan harga karbon internal. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengambilan keputusan investasi dan menghitung nilai ekonomi karbon secara lebih akurat.
Beberapa inisiatif lain yang dilakukan oleh Pertamina mencakup pengembangan proyek energi baru terbarukan. Dengan adanya proyek-proyek seperti Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan proyek berbasis alam seperti penghijauan kembali, Pertamina dapat menghasilkan kredit karbon yang bernilai ekonomi tinggi.
Berikut beberapa proyek yang sedang dikembangkan oleh Pertamina:
-
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Sei Mangkei
Proyek ini menggunakan limbah organik sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan energi listrik. Selain memberikan manfaat lingkungan, proyek ini juga mampu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah. -
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong
Proyek ini memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi terbarukan. Dengan teknologi yang digunakan, proyek ini tidak hanya menghasilkan listrik tetapi juga mengurangi dampak lingkungan terhadap ekosistem sekitar.
Selain itu, Pertamina juga aktif dalam mengembangkan proyek-proyek lain yang berbasis bahan baku ramah lingkungan. Contohnya adalah proyek penghijauan kembali yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan karbon di atmosfer.
Dalam konteks yang lebih luas, Pertamina juga terlibat dalam kerja sama internasional untuk pengembangan pasar karbon. Misalnya, pihaknya pernah menjual 12 juta ton karbon berbasis teknologi ke Norwegia, serta bekerja sama dengan Swedia dalam program iklim berbasis kredit karbon.
Dengan demikian, Pertamina tidak hanya fokus pada pengelolaan sumber daya energi konvensional, tetapi juga aktif dalam menjajaki solusi berkelanjutan yang dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi.