Pertamina Lampaui Target, Produksi Listrik Bersih 8,4 GW Tahun 2025

admin.aiotrade 17 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Pertamina Lampaui Target, Produksi Listrik Bersih 8,4 GW Tahun 2025

PT Pertamina (Persero) memiliki rencana besar dalam produksi listrik berbasis energi bersih. Dalam proyeksi tahun 2025, perusahaan tersebut akan memproduksi sebanyak 8,411 gigawatt per jam (gwh) dari sumber energi terbarukan. Hingga bulan Oktober 2025, jumlah listrik yang telah dihasilkan mencapai 7,22 gwh.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa target produksi listrik pada tahun ini diperkirakan mencapai 8,4 gwh, melebihi 17% dari target RKAP yang ditetapkan. Hal ini disampaikannya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (17/11).

Meskipun melampaui target RKAP, proyeksi produksi listrik untuk tahun 2025 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2024, jumlah listrik yang dihasilkan mencapai 8,475 gwh. Namun, proyeksi tahun ini meningkat sebesar 22% dibandingkan 2022.

Produksi listrik bersih ini berasal dari kapasitas pembangkit yang sudah terpasang sebesar 3,1 GW. CEO Pertamina New & Re-Newable Energy, John Anis, menjelaskan bahwa kapasitas tersebut terdiri atas beberapa jenis pembangkit, antara lain:

  • Pembangkit gas dengan kapasitas 1.772 MW
  • Pembangkit panas bumi dengan kapasitas 727 MW yang berasal dari 15 WK
  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 584 MW
  • Pembangkit biogas dengan kapasitas 2,4 MW
  • Karbon kredit sebesar 864k tCO2e

Selain itu, PLTM Sion di Sumatra Utara mampu menghasilkan 81 GWh energi bersih. Medco Power juga menilai bahwa geotermal bisa menjadi solusi terbaik untuk energi bersih.

Dalam kesempatan yang sama, Pertamina juga memproyeksikan laba yang akan diraih perusahaan mencapai US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 54 triliun pada 2025. Angka ini naik sebesar Rp 4,5 triliun dibandingkan laba yang diperoleh pada 2024, yaitu US$ 3,13 miliar atau Rp 49,5 triliun.

BUMN bidang energi ini juga memprediksi bahwa pendapatan perusahaan akan mencapai US$ 68 miliar atau sekitar Rp 1.127 triliun pada tahun 2025. Sedangkan EBITDA Pertamina diproyeksikan sebesar US$ 9,6 miliar atau Rp 158 triliun.

Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa kontribusi Pertamina kepada negara hingga bulan September 2025 mencapai Rp 262 triliun rupiah. Hal ini menjadikan Pertamina sebagai agen pembangunan utama melalui penerimaan pajak, non-pajak, dan dividen terbesar di antara seluruh BUMN Indonesia.

Berdasarkan penjelasannya, kontribusi pajak menyumbang porsi terbesar sebesar Rp 159,2 triliun, PNBP sebanyak Rp 79,7 triliun, dan porsi dividen sebesar Rp 23 triliun kepada Danantara.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan