
Proyeksi Pendapatan dan Laba Bersih Pertamina pada Tahun 2025
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut memproyeksikan pendapatan sebesar Rp1.127 triliun dengan laba bersih mencapai Rp54 triliun pada tahun 2025. Angka ini setara dengan 68 miliar dolar Amerika Serikat untuk pendapatan dan 3,3 miliar dolar AS untuk laba bersih.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Simon menyampaikan proyeksi ini dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta. Ia menegaskan bahwa Pertamina sebagai agen pembangunan utama telah memberikan kontribusi besar kepada negara hingga September 2025, yaitu sebesar Rp262 triliun. Kontribusi ini berasal dari penerimaan pajak, nonpajak, dan dividen terbesar di antara seluruh BUMN Indonesia.
Kinerja Operasional yang Stabil
Di sisi operasional, produksi minyak dan gas tetap terjaga. Produksi minyak dan gas setara mencapai 1 juta barrel oil equivalent per day (BOEPD) dengan yield kilang mencapai 84 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan nyata, bukan hanya sekadar jargon, serta komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan memberikan nilai terbaik bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Meskipun kondisi makro global sedang mengalami penurunan, Pertamina berhasil menjaga kinerja operasi yang solid. Hal ini dicapai melalui program strategis yang ditingkatkan secara disiplin dan berkesinambungan. Beberapa program utama yang dilakukan adalah penguatan hulu migas, optimasi kilang, penguatan pemasaran, efisiensi logistik, transformasi bisnis gas, dan inovasi energi hijau.
Pencapaian Operasional Hingga Oktober 2025
Hingga 31 Oktober 2025, peningkatan kinerja operasional Pertamina terukur dengan tren positif. Produksi minyak dan gas tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari, sementara yield kilang mencapai rekor tertinggi lebih dari 83 persen. Volume penjualan menembus lebih dari 100 juta kiloliter, sedangkan volume niaga gas stabil di kisaran 300 juta MMBTU.
Selain itu, volume pengangkutan kargo Pertamina International Shipping tumbuh sekitar 8 persen. Untuk bisnis listrik, produksi listrik diproyeksikan mencapai 8,4 GWh pada tahun 2025, melebihi target RKAP yang ditetapkan. Rangkaian capaian ini membuktikan bahwa upaya improvement yang dijalankan Pertamina di seluruh rantai nilai energi telah memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Pencapaian Tahun 2024
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mencatatkan pendapatan sebesar 75,33 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.194 triliun pada tahun 2024. Selain pendapatan, Pertamina juga mencatatkan EBITDA senilai 10,79 miliar dolar AS atau setara Rp171,04 triliun dan laba bersih senilai 3,13 miliar dolar AS atau setara dengan Rp49,54 triliun.
Pencapaian ini menjadi dasar kuat untuk meningkatkan kinerja pada tahun-tahun mendatang, terutama dalam menjawab tantangan global dan memenuhi kebutuhan energi nasional. Dengan strategi yang terarah dan komitmen yang tinggi, Pertamina terus berupaya memastikan ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.