Suasana Meriah di Babak Final Pacuan Kuda Tradisional Gayo Lues
Lapangan Pacuan Kuda Seribu Bukit di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus), menjadi pusat perhatian masyarakat saat babak final ajang pacuan kuda tradisional digelar pada Minggu (26/10/2025). Suasana penuh semangat dan antusiasme mengisi seluruh penjuru lapangan, menciptakan momen yang tak terlupakan bagi peserta maupun penonton.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Dataran Tinggi Gayo. Tahun ini, acara kembali menarik perhatian publik, termasuk para pejabat dari tiga kabupaten di wilayah tengah Aceh. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kompetisi yang memadukan olahraga dengan nilai budaya lokal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hadirnya Tokoh Penting dalam Acara
Beberapa tokoh penting dari Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya adalah Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Dapil Aceh, H Irmawan, SSos, MM; Bupati Bener Meriah, H Tagor Abu Bakar, yang didampingi oleh Ir H Armia; serta sejumlah pejabat dari Aceh Tengah.
Mereka terlihat sangat antusias dalam menyaksikan kuda-kuda pacu berlomba menuju garis finis. Meskipun kompetisi ini berlangsung secara kompetitif, suasana tetap penuh dengan nuansa budaya lokal yang kental.
Ucapan Selamat dan Apresiasi dari Bupati Galus
Dalam sambutannya saat penutupan acara di Stadion Buntul Nege, Bupati Gayo Lues, H Suhaidi, SPd, MSi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Melalui kegiatan pacuan kuda ini, kita dapat mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Berkat kerja keras semua pihak, acara ini berjalan sukses dan lancar, ujar Bupati Suhaidi.
Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba dan menyambut hangat kehadiran para tamu undangan.
Selamat kepada para juara, dan sampai jumpa di pacuan kuda berikutnya, tambahnya.
Warisan Budaya yang Tak Tergantikan
Pacuan kuda tradisional merupakan warisan budaya masyarakat Gayo yang telah berlangsung turun-temurun. Selain sebagai hiburan rakyat, ajang ini juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan antarwilayah dan menjaga tradisi lokal yang kaya nilai sejarah.
Dengan dukungan lintas kabupaten dan antusiasme masyarakat yang tinggi, pacuan kuda Gayo Lues terus menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan budaya Aceh Tengah. Setiap tahun, acara ini semakin berkembang, tidak hanya dalam hal partisipasi tetapi juga dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya yang sudah ada sejak dulu.
Kehadiran para pejabat dan masyarakat yang antusias menunjukkan bahwa pacuan kuda tidak hanya sekadar pertandingan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang kuat. Dengan adanya acara seperti ini, generasi muda bisa lebih memahami dan menghargai warisan leluhur mereka.
Tahun depan, diharapkan acara ini akan semakin meriah dan mendapatkan dukungan lebih luas dari berbagai pihak. Dengan begitu, pacuan kuda tradisional Gayo Lues akan tetap menjadi ikon budaya yang layak dibanggakan.