
Laporan Wartawan aiotrade, Andika Satria Bharata
aiotrade, SIGI –Pemerintah Kabupaten Sigi terus mengoptimalkan sektor pertanian dan penanganan stunting sebagai strategi utama menghadapi tantangan ekonomi global dan pembangunan daerah menuju tahun 2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi dalam Diskusi Eksklusif program aiotradeMo Tesa Tesa, Kamis (18/12/2025).
Samuel menyebut, sektor pertanian masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sigi.
Ia menyoroti program cetak sawah baru sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kabupaten Sigi memiliki potensi sekitar 10 ribu hektare lahan untuk cetak sawah baru. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.600 hektare siap direalisasikan,” jelasnya, Wabup memaparkan potensi pertanian dikabupaten Sigi.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama akses alat berat ke beberapa wilayah seperti Desa Olu yang terhambat kondisi geografis berupa danau dan rawa.
Meski demikian, program tersebut dipastikan akan berlanjut pada tahun berikutnya.
Selain sektor pertanian, Wakil Bupati Sigi menaruh perhatian serius terhadap isu stunting.
Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Sigi mengalami kenaikan signifikan dari 26,4 persen menjadi 33 persen.
Samuel mengungkapkan bahwa hasil turun lapangan menunjukkan penyebab utama tingginya angka stunting adalah pernikahan dini serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk membawa balita dan ibu hamil ke posyandu.
“Masih banyak yang seharusnya ke posyandu, tetapi tidak datang, sehingga menyulitkan intervensi sejak dini,”ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Sigi itu.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sigi menggerakkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan Tim Penggerak PKK serta membentuk Tim Gemas (Gerakan Masyarakat Tuntaskan Stunting Menuju Sigi Emas).
“Alhamdulillah, ada perbaikan. Dari sebelumnya berada di peringkat ke-12, kini kita sudah berada di peringkat ke-9. Tapi kami tidak berpuas diri, stunting harus dituntaskan dengan kerja bersama,” tegas Samuel, dalam penanganan Stunting.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas, agar pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
(*)