
jogja.aiotrade
, YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa sektor pertanian memainkan peran penting dalam pengendalian inflasi. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025 di Royal Ambarrukmo Hotel, pada Senin (11/11).
Sultan HB X menekankan bahwa menjaga pasokan pangan tetap stabil memerlukan peningkatan efisiensi di berbagai aspek, termasuk irigasi, penyimpanan, dan transportasi. Ia menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan stabilitas harga di pasar sambil tetap menjaga kesejahteraan para petani.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami ingin inflasi terkendali dengan cara yang adil, yakni harga stabil di pasar. Namun, petani tetap sejahtera," ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan menerapkan delapan langkah strategis menjelang akhir tahun. Beberapa di antaranya meliputi penguatan cadangan pangan daerah, peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penggerak ekonomi pangan, serta perluasan akses kredit untuk sektor pertanian.
"Pemerintah, BUMD, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, semua harus saling bekerja sama dan merasa memiliki serta ikut menjaga," kata Sri Sultan.
Di sisi lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo menyatakan bahwa inflasi DIY masih terkendali. Menurutnya, DIY tetap menjadi salah satu provinsi dengan tingkat inflasi yang relatif rendah di Jawa dan berada dalam koridor target nasional.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan DIY per Oktober 2025 mencapai 2,90 persen year on year (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang target nasional.
Langkah Strategis yang Diambil
Berikut beberapa langkah strategis yang akan diambil oleh pihak terkait:
-
Penguatan cadangan pangan daerah
Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup selama musim tertentu atau situasi darurat. -
Peran BUMD sebagai penggerak ekonomi pangan
BUMD akan berperan lebih aktif dalam mendukung sektor pertanian, baik dalam distribusi maupun pengembangan usaha pangan. -
Perluasan akses kredit pertanian
Meningkatkan akses kredit bagi petani akan membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. -
Koordinasi lintas sektor
Melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam upaya menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani. -
Peningkatan efisiensi sistem distribusi
Memastikan bahwa proses distribusi pangan berjalan lancar dan efisien, sehingga tidak ada gangguan yang menyebabkan kenaikan harga. -
Pengembangan teknologi irigasi
Meningkatkan efisiensi irigasi akan membantu meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko kekeringan. -
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia
Pelatihan dan pendidikan kepada petani akan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pasar dan iklim. -
Penguatan regulasi dan kebijakan
Penyusunan kebijakan yang mendukung sektor pertanian dan mengurangi fluktuasi harga.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun inflasi DIY masih terkendali, pihak terkait tetap waspada terhadap berbagai faktor yang bisa memengaruhi stabilitas harga. Hal ini termasuk perubahan iklim, fluktuasi harga global, serta kondisi ekonomi makro.
Dengan kerja sama yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan inflasi dapat terus dikendalikan tanpa mengorbankan kesejahteraan para petani.