Pertarungan Hebat Seabank dan Bank Jago dalam Ekosistem E-Commerce

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 14x dilihat
Pertarungan Hebat Seabank dan Bank Jago dalam Ekosistem E-Commerce


aiotrade.CO.ID - JAKARTA

Integrasi dengan ekosistem yang kuat sering kali menjadi kunci keberhasilan sebuah bank digital. Salah satu contoh ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan bank digital adalah e-commerce. Di Indonesia, terdapat dua bank digital yang memiliki integrasi kuat dengan ekosistem e-commerce, yaitu PT Bank Seabank Indonesia yang terhubung dengan Shopee dan PT Bank Jago Tbk yang terintegrasi dengan Gojek dan Tokopedia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menilik kinerja pada September 2025, Seabank masih mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan Bank Jago. Laba bersih Seabank mencapai Rp 408 miliar, sedangkan laba bersih Bank Jago hanya sekitar Rp 199 miliar. Dari segi kredit, Seabank juga unggul dengan total portofolio kredit senilai Rp 28,58 triliun, sementara Bank Jago hanya memiliki portofolio kredit senilai Rp 23,46 triliun.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa Bank Jago memiliki kinerja yang buruk. Justru, bank dengan kode saham ARTO ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat di tahun ini. Pertumbuhan laba bersih Bank Jago pada sembilan bulan pertama tahun ini mencapai sekitar 132% secara tahunan (YoY), sementara Seabank hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 40%.

Pertumbuhan portofolio kredit juga terlihat jelas. Bank Jago berhasil meningkatkan portofolio kreditnya sebesar 32,55% secara year to date (ytd) pada September 2025, sedangkan Seabank hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 27,57% ytd. Selain itu, kualitas kredit Bank Jago juga lebih baik, ditunjukkan oleh rasio Non Performing Loan (NPL) gross yang hanya sebesar 0,38%, dibandingkan NPL gross Seabank yang mencapai 1,88%.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, menyatakan bahwa hasil positif ini merupakan bukti nyata dari inovasi dan kolaborasi yang dilakukan Bank Jago dengan berbagai ekosistem keuangan digital. Kolaborasi tersebut memberikan nilai tambah bagi nasabah. Hingga akhir kuartal III-2025, total nasabah Bank Jago mencapai 18,6 juta, termasuk 14,5 juta nasabah funding pengguna aplikasi Jago dan Jago Syariah. Angka ini meningkat lebih dari 4,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebanyak 14,1 juta nasabah.

“Kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, serta lembaga keuangan lainnya, turut mendorong penyaluran kredit,” ujar Arief.

Di sisi lain, Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja SeaBank tak lepas dari meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan yang diberikan. Menurutnya, meskipun ada ketidakpastian ekonomi global, SeaBank tetap mampu mempertahankan kinerja yang baik dan memberikan layanan yang aman bagi nasabah.

“Hingga akhir September 2025, SeaBank telah melayani rata-rata 9 juta transaksi per hari dengan perputaran uang mencapai Rp 4,6 triliun,” ujar Sasmaya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan