PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada transaksi BI-Fast selama sembilan bulan pertama 2025. Layanan sistem pembayaran cepat yang dikelola oleh Bank Indonesia (BI) ini tidak hanya menunjukkan tren positif bagi nasabah individu, tetapi juga untuk kalangan korporasi.
Volume transaksi ritel BI-Fast mencapai 3,41 miliar transaksi per September 2025, melebihi total transaksi sepanjang tahun 2024 yang sebesar 3,40 miliar. Dalam periode yang sama, Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting, menyebutkan bahwa volume transaksi BI-Fast BNI meningkat sekitar 47% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, dari sisi nilai transaksi, kenaikannya mencapai sekitar 41% YoY.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi kanal digital milik BNI, seperti wondr by BNI dan BNIdirect. Layanan-layanan tersebut memberikan kemudahan dalam transfer cepat, murah, dan aman. Menurut Mesah, jumlah pengguna aktif terus bertambah seiring dengan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini.
Di sisi lain, BNI juga terus memperluas layanan BI-Fast untuk segmen korporasi. BI telah menambah layanan tahap dua BI-Fast yang mencakup transfer kolektif (bulk credit transfer), pembayaran atas permintaan (request for payment), dan transfer debit langsung (direct debit transfer).
Saat ini, fitur bulk credit BI-Fast yang memungkinkan transfer massal dalam satu waktu telah diimplementasikan melalui kanal BNIdirect. Fitur ini mempermudah nasabah korporasi dalam melakukan pembayaran massal, seperti gaji dan tagihan. Respons nasabah korporasi terhadap fitur ini cukup positif. Pertumbuhan transaksi bulk credit mencapai sekitar 39% YoY.
Untuk dua fitur lainnya, BNI masih dalam tahap pengembangan dan persiapan implementasi. Fitur-fitur ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan layanan transaksi bagi nasabah korporasi.
Dengan penguatan berkelanjutan di kanal digital dan pengembangan fitur korporasi, BNI menargetkan dapat memperluas basis pengguna serta memperkuat posisinya sebagai salah satu bank utama dalam ekosistem pembayaran digital nasional.
BNI optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Bank pelat merah tersebut menargetkan transaksi BI-Fast tumbuh hingga 50% secara tahunan pada akhir 2025.
Layanan ini semakin menjadi pilihan utama masyarakat karena kemudahan, kecepatan, dan efisiensi biaya yang ditawarkan, baik untuk individu maupun pelaku usaha.