
Kinerja Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh Signifikan pada Triwulan III 2025
Kinerja perekonomian wilayah Banyumas Raya menunjukkan tren yang semakin solid pada triwulan III 2025. Pertumbuhan ekonomi empat kabupaten di kawasan ini berada di atas rata-rata nasional, mencerminkan kestabilan dan pertumbuhan yang positif.
Peningkatan Ekonomi yang Mengesankan
Salah satu kabupaten yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Cilacap dengan angka sebesar 54,79 persen. Diikuti oleh Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara dengan masing-masing pertumbuhan sebesar 5,94 persen, 10,7 persen, dan 9,46 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perekonomian di wilayah tersebut sedang dalam kondisi yang sangat baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny, menyampaikan bahwa capaian positif ini menjadi sinyal kuat terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi regional. "Secara umum, pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya pada triwulan III 2025 cukup baik dan berada di atas rata-rata nasional," ujar Christoveny dalam Media Briefing di Kantor Perwakilan BI Purwokerto.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi di Banyumas Raya didorong oleh belanja pemerintah yang cukup ekspansif sepanjang triwulan III 2025. Belanja tersebut memberikan efek pengganda yang signifikan terhadap berbagai sektor usaha.
Dari sisi lapangan usaha, kontribusi pertumbuhan ekonomi datang dari sektor primer, sekunder, hingga tersier. Di Kabupaten Banyumas, sektor primer masih didominasi sektor pertanian, seiring dengan berlangsungnya musim panen yang mendorong peningkatan produksi. Sementara itu, sektor sekunder, industri pengolahan menjadi penopang utama, khususnya industri tekstil dan pakaian jadi yang masih menunjukkan kinerja positif. Sektor tersier, ditopang sektor perdagangan serta akomodasi dan makan-minum yang tumbuh cukup signifikan.
"Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh di atas 5 persen. Hal ini juga didukung oleh banyaknya event, baik kebudayaan, olahraga, maupun kegiatan lainnya yang mendorong pergerakan ekonomi masyarakat," ungkap Christoveny.
Konsumsi Pemerintah dan Rumah Tangga
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah di seluruh kabupaten Banyumas Raya tercatat sangat tinggi dan seluruhnya berada di atas capaian nasional. Kondisi ini mempertegas peran APBD sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Selain itu, konsumsi rumah tangga juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, bahkan berada di atas rata-rata Jawa Tengah dan nasional. Hal tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga secara baik.
Realisasi investasi pun tumbuh positif di kisaran 5 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Banyumas Raya masih kuat.
Stabilitas Harga dan Inflasi
Dari sisi stabilitas harga, BI mencatat, tingkat inflasi hingga akhir November 2025 relatif rendah. Inflasi di wilayah Purwokerto dan Cilacap berada di bawah angka nasional dan masih dalam sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5 persen.
Adapun komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain, emas perhiasan serta sejumlah komoditas sayuran dan hortikultura, seperti bawang merah, jeruk, kacang panjang, dan wortel.
Persiapan Menghadapi Nataru
Menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), BI Purwokerto mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diantisipasi. Mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat cukup tinggi, sementara curah hujan yang masih tinggi berpotensi memengaruhi produktivitas dan kelancaran distribusi barang.
Selain itu, masa tanam pertanian serta libur panjang yang mendorong arus masyarakat dari luar daerah kembali ke kampung halaman juga menjadi faktor yang perlu dicermati.
"Koordinasi dan kesiapan seluruh pihak sangat diperlukan agar momentum pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya tetap terjaga dan inflasi tetap terkendali," tutup Christoveny.
Pihaknya menyampaikan, meskipun mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat cukup tinggi akan tetapi diimbau berbelanja secara bijak.