
Kinerja Perekonomian Banyumas Raya Tumbuh Signifikan di Triwulan III 2025
Kinerja perekonomian wilayah Banyumas Raya, Jawa Tengah, menunjukkan tren positif pada triwulan III tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny, yang menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di empat kabupaten Banyumas Raya tercatat cukup baik dan berada di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan data dari BI, Kabupaten Banyumas mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 25,1 persen, sedangkan Kabupaten Cilacap mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 54,8 persen. Sementara itu, Kabupaten Purbalingga tumbuh sebesar 10,7 persen dan Banjarnegara sebesar 9,5 persen. Pertumbuhan tersebut dipicu oleh realisasi belanja pemerintah yang cukup ekspansif sepanjang triwulan III.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari sisi lapangan usaha, kontribusi pertumbuhan berasal dari sektor primer, sekunder, hingga tersier. Di Kabupaten Banyumas, sektor primer didominasi oleh sektor pertanian, seiring dengan adanya musim panen. Pada sektor sekunder, industri pengolahan, khususnya tekstil dan pakaian, menjadi penopang utama. Sementara sektor tersier ditopang oleh perdagangan serta sektor akomodasi dan makanan-minuman yang tumbuh cukup signifikan.
"Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh di atas 5 persen. Hal ini juga didukung oleh banyaknya event, baik kebudayaan, olahraga, maupun kegiatan lainnya yang mendorong pergerakan ekonomi," ujar Christoveny saat Media Briefing di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Jl. Ahmad Yani No.30 Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, hari Jumat 19 Desember 2025.
Konsumsi Pemerintah dan Rumah Tangga Meningkat
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah di empat kabupaten Banyumas Raya tercatat sangat tinggi dan seluruhnya berada di atas capaian nasional. Konsumsi rumah tangga juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, bahkan berada di atas rata-rata Jawa Tengah dan nasional, menandakan daya beli masyarakat yang masih terjaga dengan baik.
Selain itu, realisasi investasi juga tumbuh positif di kisaran 5 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi di wilayah Banyumas Raya tetap optimis meskipun ada tantangan ekonomi secara nasional.
Stabilitas Harga dan Inflasi
Dari sisi stabilitas harga, BI mencatat tingkat inflasi hingga akhir November 2025 relatif rendah. Inflasi di Purwokerto dan Cilacap berada di bawah angka nasional dan masih dalam sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5 persen. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan serta komoditas sayuran dan hortikultura, seperti bawang merah, jeruk, kacang panjang, dan wortel.
Persiapan Menghadapi Nataru
Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), BI Purwokerto mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat cukup tinggi, sementara curah hujan yang masih tinggi berpotensi memengaruhi produktivitas serta kelancaran distribusi. Selain itu, masa tanam pertanian dan libur panjang yang mendorong arus masyarakat dari luar daerah kembali ke kampung halaman juga menjadi faktor yang perlu dicermati.
"Koordinasi dan kesiapan seluruh pihak sangat diperlukan agar momentum pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya tetap terjaga dan inflasi tetap terkendali," pungkas Christoveny. ***