Pertumbuhan ekonomi Jabar melaju, tapi kemiskinan masih menumpuk di dua wilayah

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 22x dilihat
Pertumbuhan ekonomi Jabar melaju, tapi kemiskinan masih menumpuk di dua wilayah

Kinerja Ekonomi Jawa Barat yang Menjanjikan, Tapi Masih Ada Tantangan

Pertumbuhan ekonomi makro di Jawa Barat tercatat menunjukkan kinerja yang memuaskan. Namun, meskipun berada pada rata-rata nasional, isu kemiskinan masih terkonsentrasi di dua wilayah spesifik. Hal ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang menyoroti ketidakmerataan pembangunan di provinsi ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian Bappenas, Jayadi, dalam Kick-Off Meeting Perencanaan 2025 melalui zoom di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Bandung, Selasa, 16 Desember 2025, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi triwulan ketiga 2025 menunjukkan tantangan serius dalam pemerataan kesejahteraan. Menurutnya, tingkat kemiskinan Jawa Barat walaupun berada di rata-rata nasional sebenarnya, namun masih terkonsentrasi di wilayah selatan dan kawasan Rebana.

Wilayah Selatan Jawa Barat Mengalami Konsentrasi Kemiskinan yang Tinggi

Jayadi menjelaskan bahwa konsentrasi kemiskinan di wilayah Selatan Jawa Barat sangat signifikan. "Ya, hampir sekitar seperempat penduduk miskin ini berada di wilayah Jawa Barat bagian Selatan, kalau lihat dari data yang ada," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan di Jabar harus banyak difokuskan pada penyediaan layanan dasar, terutama di desa dan perdesaan. Peningkatan aksesibilitas, pengurangan beban pengeluaran, serta beberapa program Bansos dan jaminan sosial yang biasa dilakukan di beberapa daerah menjadi fokus utama.

Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil dan Melebihi Target

Di sisi lain, Jayadi mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat relatif stabil dan melebihi target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. "Kami menilai dari sisi pertumbuhan ekonomi ini dengan rata-rata di 3 triwulan tahun 2025 ini rata-rata 5,14% di mana masih berada di atas target di RKP ya, di 5,1%," kata Jayadi.

Namun, kendala ketimpangan pendapatan masih membayangi capaian tersebut. "Yang menjadi PR kita ya, lagi-lagi nih masalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan ya, dengan rasio gini yang masih di atas target RKP 2025," ujar Jayadi.

Harapan Terhadap Data Akhir Tahun dari BPS

Jayadi berharap data akhir tahun dari Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menunjukkan hasil yang lebih optimal. "Kalau pengangguran, relatively memang kami lihat juga sudah baik, masuk ke range target RKP ya, di angka Agustus terakhir di 6,77%. Sehingga kami berharap nanti pada saat kita akhir tahun ada updating data dari BPS, berharap ini dapat mencapai target RKP 2025 secara baik dengan beberapa perbaikan tentunya," ujarnya.

Strategi untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan strategi yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penyediaan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur harus diprioritaskan, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal. Selain itu, penguatan program-program bantuan sosial dan jaminan sosial juga menjadi kunci dalam mengurangi beban masyarakat.

Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen yang kuat, diharapkan Jawa Barat dapat mencapai kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan